Razia Peredaran Rokok Ilegal di Madiun

KBRN, Madiun:  Sekretariat DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau) Kabupaten Madiun dalam waktu dekat akan melaksanakan razia operasi peredaran rokok ilegal di wilayah Madiun. 

Razia ini dilakukan lantaran kenaikan peredaran rokok ilegal ini mengkhawatirkan karena bisa mengurangi pendapatan negara dari sektor cukai.  

Peredaran rokok ilegal di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 4,9 persen, atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 3,0 persen.  

Sebelum melaksanakan aksi penegakan hukum, tim yang akan bertugas sebagai penegak hukum bidang cukai rokok telah diberi pembekalan. 

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Kabupaten Madiun, Agung Widodo  mengatakan, untuk suksesnya operasi pasar rokok ilegal, pihaknya telah menyelenggarakan rapat koordinasi pembekalan kegiatan bidang penegakan hukum DBHCHT  tahun anggaran 2021.

“Ini rapat koordinasi terkait dengan operasi pasar  terkait cukai rokok yang ada di kabupaten Madiun. Harapannya kita memang akan melaksanakan kegiatan ini dan kita juga terkait dengan tim dari kabupaten dan juga ada tiga pilar dan juga ada dari bea cukai”, katanya, (14/9/2021) . 

Apabila dalam kegiatan operasi pasar tersebut ada temuan pelanggaran nantinya akan dikoordinasikan dengan Bea Cukai yang ada di Kabupaten Madiun. 

Rokok ilegal adalah rokok yang pungutan cukainya tidak dilunasi  atau rokok yang tidak membayar cukai. Untuk mengetahui rokok ilegal dapat dilakukan dengan cara mengecek pita cukai yang ada pada kemasan rokok.  

Ada empat modus pelanggaran rokok ilegal, yaitu rokok tanpa pita cukai (polos), rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai yang berbeda.   

Menurut Agung Tri Widodo, jika dalam operasi itu ditemukan rokok ilegal, pihaknya selanjutnya akan berkoordinasi dengan bea cukai.

“Terkait dengan permasalahan rokok ilegal atau cukai palsu memang kita tetap berkoordinasi dengan bea cukai yang ada di kabupaten Madiun”, kata Agung. 

Diharapkannya operasi yang akan dilaksanakan dapat memberikan hasil yang baik.  Ia  juga meminta masyarakat   jika menemukan rokok polos, tidak perlu ragu untuk melaporkan kepada Bea dan Cukai melalui call center atau Kantor Bea dan Cukai terdekat. 

Pengedar atau penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana. (Haryo/imr)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00