Satgas Covid-19 Terbitkan Suket PCR Pelaku Perjalanan

1631532479544.jpg

KBRN, Baubau:  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Baubau berjanji menerbitkan surat keterangan (suket) bagi pelaku perjalanan laut maupun udara agar melakukan tes PCR di daerah tujuan. 

Penerbitan itu menyusul kesulitan yang dialami pelaku perjalanan di Kota Baubau untuk mendapatkan layanan tes PCR untuk berangkat ke sejumlah daerah yang mewajibkan negatif Covid-19 dibuktikan dengan hasil tes PCR. 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Baubau,  La Ode Muslimin Hibali mengatakan suket tersebut dikeluarkan karena satu-satunya alat PCR di Baubau hanya diperuntukkan bagi pasien rumah sakit, bukan untuk umum atapun pelaku perjalanan. 

Sementara layanan PCR diakuinya memang dibutuhkan juga oleh pelaku perjalanan karena merupakan syarat perjalanan orang yang diterapkan disejumlah daerah tujuan. 

"Jadi karena disini tidak ada PCR untuk pelaku perjalanan, makanya kita bikinkan surat keterangan supaya ketika tiba ditempat tujuannya baru melakukan PCR,"terang La Ode Muslimin Hibali dikonfirmasi RRI.co.id,  Senin (13/9/2021). 

Ia mengatakan, bagi calon penumpang yang hendak mendapatkan suket tersebut bisa datang langsung mengurusnya ke Sekretariat Satgas Covid-19 Baubau dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. 

Sementara itu Kepala Pelni Cabang Baubau, J.S Sitorus mengatakan, karena di Baubau belum ada layanan tes PCR untuk pelaku perjalanan, maka untuk sementara pihaknya tidak menjual tiket kapal untuk beberapa pelabuhan tujuan yang menerapkan syarat tes PCR. 

Penutupan sementara penjualan tiket kapal itu antara lain tujuan pelabuhan Jayapura, Fak-Fak, Kaimana, Timika dan Dobo. 

Namun lanjut Sitorus, untuk pelabuhan Dobo kini sudah membolehkan penumpang yang hendak ke pelabuhan itu mengantongi Suket seperti yang dikeluarkan Satgas Baubau. Karena itu, penjualan tiket tujuan pelabuhan tersebut telah dibuka. 

"Informasi terbaru yang kami dapatkan, bahwa untuk sekarang ini baru pelabuhan Dobo yang mengizinkan penumpang ketika tidak ada PCR, maka wajib menunjukkan Suket seperti yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Baubau,"ungkapnya.

"Sementara untuk pelabuhan Jayapura dan beberapa pelabuhan lainnya belum mengizinkan walaupun ada suket sehingga kita masih tutup penjualan tiket dibeberapa pelabuhan tersebut,"ungkapnya lagi. 

J.S Sitorus menuturkan, sebelum syarat tes PCR diberlakukan, jumlah penumpang kapal Pelni dari pelabuhan Baubau tujuan sejumlah daerah di Papua bisa mencapai 200 orang setiap kali keberangkatan kapal.

"Rata-rata penumpang kita bisa capai 200 orang per satu kali keberangkatan kapal untuk tujuan beberapa daerah di Papua. Itu sudah termasuk yang menuju ke Sorong, Monokwari, Serui dan Biak,"tandasnya. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00