FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Bupati Karawang: Klaster Industri Suka Tidak Lapor

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Kabupaten Karawang telah mengalami penurunan untuk positivity rate Covid-19 sebesar 15,9 persen, angka kesembuhan mengalami kenaikan di angka 80 persen. Namun untuk fatality rate cukup mengkhawatirkan sebesar 86 persen.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan angka yang mengkhawatirkan tersebut berasal dari klaster industri yang berdampak pada klaster keluarga.

"Ini ada berbagai macam persoalan di mana industri kami ini banyak yang tidak melaporkan sehingga proses tracing, testing, dan treatment ini kami sedikit mengalami keterlambatan," ucap Cellica saat peninjauan Vaksinasi Keluarga bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Karawang, Selasa (27/7/2021).

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan program vaksinasi menjadi hal yang prioritas terlebih di lingkup terkecil dalam masyarakat yakni keluarga. Dalam tinjauan di Karawang, Hasto menyebutkan, dengan vaksinasi yang tinggi di DKI Jakarta, harus pula diimbangi dengan vaksinasi di daerah sekitar Ibukota Indonesia ini, apalagi wilayah-wilayah tersebut saling berkaitan dan terhubung dalam roda ekonomi.

"DKI (Jakarta) itu kalau vaksinnya mencapai persentase yang tinggi, tetapi kalo di sekitarnya itu tidak divaksin, itu sama saja, karena tetap lalu lalang orang itu banyak. Oleh karena Karawang, Bekasi, dan sekitarnya Cikampek ini harus juga bagus, vaksinasinya harus bagus," ucap Hasto.

Kegiatan vaksinasi akan tersebut berlanjut hingga Indonesia mencapai level Herd Immunity. Untuk itu, Indonesia akan kedatangan 45 juta dosis vaksin Covid-19 di Agustus 2021. Vaksinnya antara lain dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga Juni lalu, Indonesia sudah menerima 70 juta dosis vaksin di mana 60 juta dosis di antaranya sudah disuntikkan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

"Kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? karena jumlah vaksin cuma segitu. Kita akan kedatangan hampir 30 juta dosis vaksin di Juli dan 45 juta dosis di Agustus. Angka ini tiap hari berubah-ubah," ujarnya Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers digital di Jakarta, Senin (26/7/2021).

"Pada akhir Juli ini akan datang 8 juta dosis vaksin Sinovac, dan 4 juta dosis vaksin AstraZeneca," tambah Menkes.

Budi Gunadi menjabarkan hingga saat ini 44,9 juta penduduk sudah suntik pertama vaksin Covid-19 dan 18,3 juta orang yang sudah lengkap vaksinnya atau disuntik vaksin dua dosis.

"Kita memberikan prioritias vaksinasi berbasis risiko. Artinya provinsi yang kasus aktif tinggi akan kita berikan lebih anyak. Yang tinggi Banten, DKI Jakarta, Bawa Barat, Surabaya, Jatim, Jateng, Yogyakarta dan Bali," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00