Wereng Serang Padi, Petani Diminta Tanam Refugia

KBRN, Ponorogo: Hama wereng kembali menyerang tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo mencatat serangan hama terjadi di tiga wilayah kecamatan, yakni Babadan, Sukerejo dan Sampung. Dengan luasan lahan mencapai 9,45 hektare.  

Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo, Warni menjelaskan, munculnya wereng batang coklat sebagai dampak dari permulaan musim kemarau.

Terlebih sebagian petani dinilai kurang tepat dalam merawat padi pada awal masa tanam. Pada usia sebulan pertama, seharusnya pemakaian pupuk urea dan pestisida tidak boleh berlebihan.

Ia menuturkan tanaman padi lebih membutuhkan pupuk NPK. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Ditambah lagi kurang jelinya petani dalam mengamati tanaman,

“Rata –rata serangan berat terjadi karena petani kurang teliti saat melakukan pengamatan tanaman meski setiap hari mereka kesawah. Saya mohon pada petani kalau  ke sawah, tolong di biyak (dibuka) batang bawah tanaman padinya, karena wereng adanya di batang bawah " ujar Warni, Selasa (27/7/2021).

Secara kasat mata, ia melanjutkan, tanaman yang terserang hama wereng coklat ditandai dengan menguningnya bagian atas. Ketika hal ini terjadi, tidak jarang petani yang mengira sebagai dampak dari kekurangan pupuk. Maka, urea kembali ditambahkan. Perlakuan ini dinilai justru memperburuk keadaan. Adapun imbasnya pada penurunan kualitas padi yang dapat berujung pada gagal panen.

Tindakan yang dapat dilakukan petani, kata Warni, adalah dengan menyerompatkan pembasmi serangga dengan dosis yang tepat. Dengan demikian, potensi gagal panen dapat diminimalisir. Ia mengklaim prosedur semacam itu sudah kerapkali disampaikan kepada petani.

Selain teknis tersebut, pihak Dinas Pertanian juga merintis program penanaman refugia atau tanaman berbunga di pematang sawah. Penanaman ini dilakukan untuk menyeimbangkan ekosistem dan berfungsi sebagai sistem alami pengendali hama. Refugia akan menjadi rumah bagi serangg predator alami hama tanaman, dan akan membentuk ekosistem yang seimbang.

“Petani pun sudah kami minta menyeimbangkan ekosistem dengan penanaman tanaman berbunga atau refugia,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00