Hidup Sebatang Kara, Vino Ungkapkan Kesedihanya

KBRN, Sendawar: Kisah pilu yang dialami Alviano Dafa Raharjo asal kampung Linggang Purworejo kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur masih jadi perhatian publik tanah air. Bagaimana tidak, diusia yang masih sangat belia, ia sudah kehilangan dua orang tuanya sekaligus.

Ibunya Lina Safitri (31) meninggal tanggal 19 Juli 2021. Selang sehari tanggal 20 Juli ayahnya, Kino Raharjo (30) juga meninggal karena terserang virus corona. Vino sendiri masih menjalani isolasi mandiri hingga tanggal 26 Juli.

Bocah 9 tahun itu kini sebatang kara. Dibalik cerita pilu itu, ada sebuah kalimat yang keluar dari mulut Vino setelah tahu kedua orang tuanya telah tiada.

“Kenapa mama dan bapak kok cepat betul tinggalkan aku, padahal masih muda?" ucap Margono menirukan pertanyaan Vino saat ditemui RRI, Jumad (23/7/2021).

Margono adalah paman Vino yang kini selalu menemaninya di kediaman orang tua Vino di RT 04 Kampung Linggang Purworejo Tering.

BACA JUGA : Menyedihkan, Orang Tua Meninggal Karena Covid, Bocah 9 Tahun Jadi Yatim Piatu

Margono mengatakan, pertanyaan bocah malang itu sempat membuat keluarga heran sekaligus terharu.

“Waktu dia tanya begitu kami merasa sedih sekali. Kami terheran-heran juga. Keluarga berusaha menjelaskan ke dia supaya dia tidak terlalu sedih. Kami bilang, itu karena Allah lebih sayang sama bapak mama. Nanti mereka ketemu di surga,” kisah Margono.

Alvino Dafa Raharjo (Foto Dok.RRI) 23/7/2021.

Meski begitu, Vino yang kini duduk di bangku SD Kelas 3 tidak lantas larut dalam kesedihan. Justru Vino terlihat tegar menghadapi kepergian kedua orang tuanya.

“Dia tidak sampai nangis meronta-ronta. Justru dia lebih tegar. Sekarang dia ceria, biasa aja. Ya mungkin ini kuasanya Allah,” katanya.

BACA JUGA: Lihat Vino Hidup Sebatang Kara, Warga Kubar: Pedih Hati Saya Melihatnya

Kondisi Vino kini nampak sehat dan lebih segar. Untuk membuatnya ceria, keluarga meminjamkan hand phon android sebagai penghilang rasa jenuh dan stress.

“Sekarang kita ajak ngobrol sudah biasa, apalagi kalau ngomong tentang permainan di HP itu nyambung,” jelas Margono.

Bahkan Vino terlihat lebih mandiri setelah ditinggal kedua orang tuanya. Kini bocah lelaki kelahiran 28 Agustus 2012 itu mulai mencuci baju sendiri, mandi hingga masak.

BACA JUGA: Gubernur Kaltim Berencana Mengadopsi Vino Sebagai Anak Angkat

Kisah pilu Vino akhirnya viral di media sosial. Sejumlah warga juga memberikan bantuan sukarela. Bahkan sejumlah pihak mengajukan diri jadi orang tua angkat Vino hingga diadopsi jadi anak. Hanya saja pihak keluarga masih berunding dengan kakek neneknya di Sragen Jawa Tengah.

“Karena mereka lebih berhak untuk menentukan,” sebut Margono. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00