Angka Terkonfirmasi Covid-19 di Bali Terus Bertambah

Update Data Persebaran Covid-19

KBRN, Denpasar: Angka terkonfirmasi positif covid-19 di Bali kembali  mecuat. Berdasarkan  update data covid-19 di Bali pada, Rabu (21/7/2021) tercatat penambahan kasus postif covid-19  sebanyak 1.111  kasus. Sehingga secara kumulatif total kasus terkonfirmasi  postif di Bali menjadi 64.007 kasus.

Angka meninggal dunia akibat covid-19 juga bertambah 23 orang, sehingga  total menjadi 1.840 orang.  Meski demikian, Bali juga mencatatkan penambahan  pasien sembuh  sebanyak 658 orang,  sehingga secara kumulatif total pasien yang sembuh  dari covid-19 sebanyak 54.107 orang.

Dari data tersebut jumlah kasus aktif sebanyak  8.060 orang. Untuk menekan persebaran covid-19 di Pulau Gubernur Bali Wayan Koster meminta satgas  gotong royong dan relawan satgas desa betul- betul mengawasi dan memperketat aktivitas masyarakat  yang  masuk maupun ke luar desanya.

“Bagi warga yang terkena kasus  covid-19 mesti ditangani dengan baik, sehingga betul-betul bisa dilakukan dengan cepat penanganannya. Oleh karena itu harus ada sinergi kolaborasi, kebersamaan anataran perbekel desa, kelurahan dan desa adat," bebernya.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai  mengungkapkan  kasus Covid-19 di Denpasar kian melojak, bahkan saat ini mencapai 544 kasus baru.

Dengan adanya peningkatan  Covid-19 tersebut, ia mengajak  masyarakat Kota Denpasar untuk selalu waspada dan  tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

“Kami dari satgas penanganan covid-19  mengimbau seluruh masyarakat Kota Denpasar mentaati aturan pemerintah utuk menekan penyebaran covid-19 dengan protokol yang ketat," bebernya.

Guna mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.950.170 orang dan vaksin 2 sebanyak 784.002 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.860.100 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 331.692 dosis.

Selain itu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Rabu (Buda Pon, Bala), tanggal 21 Juli 2021 sampai dengan Minggu (Redite Paing, Ugu) 25 Juli 2021.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2021 ini diberlakukan beberapa kelonggaran untuk sektor essensial dan non-essensial, yaitu :

I. Sektor Non Essensial dapat beroperasi dengan karyawan yang bekerja dikantor/toko sebanyak 25%, lebih mengutamakan transaksi online, menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, dan beroperasi sampai dengan pukul 21.00 Wita, (dalam Surat Edaran yang lama, sektor essensial tidak di izinkan beroperasi).

II. Kegiatan makan/minum di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan dapat beroperasi menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, lebih mengutamakan delivery (layanan pesan antar), sampai dengan pukul 21.00 Wita.

III. Lampu-lampu penerangan jalan tidak dipadamkan. Lampu yang dipadamkan hanya ditempat-tempat yang potensial terjadi kerumunan, misalnya dilapangan Taman Kota, Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Lapangan Puputan Margarana, di Objek/Destinasi Wisata, dan lain-lain.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6 M. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00