Kasus Covid-19 Bali Bertahan di Tiga Digit

KBRN, Denpasar: Terjadi penambahan 195 pasien Covid-19 di Bali dalam 24 jam. Ini artinya, kasus corona di Pulau Dewata bertahan di tiga digit dalam empat hari terakhir.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengaku, pemerintah kembali mengencangkan penanganan kasus virus corona. Pengencangan penanganan itu diwujudkan dengan perketatan pengawasan pintu masuk seperti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Pelabuhan Gilimanuk.

"Maka dari itu, upaya pengendaliannya kita arahkan kesana. Jadi tentu bandara kita minta lebih ketat lagi melakukan screening, pintu masuk Gilimanuk kita minta juga ketat lagi," katanya kepada RRI di Denpasar, Kamis (25/6/2021). 

Selain itu, pemerintah melalui dinas kesehatan juga mengidentifikasi data tren harian kasus Covid-19. Tujuannya untuk memastikan pemicu utama lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. 

Tak sebatas itu, pemerintah juga meminta masyarakat selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

"Tidak boleh lengah, meskipun sudah vaksin. Sementara vaksinasi terus kita perluas, vaksinasi sekarang tidak lagi di fasilitas kesehatan, tetapi sudah kita sasar ke banjar-banjar, ke desa-desa," tegasnya.

"Tujuannya supaya semakin banyak orang di vaksin, maka herd immunity semakin banyak juga. Meskipun orang itu terinfeksi Covid-19, tetapi kalau dia sudah divaksin, dia tidak sakit. Karena tubuhnya sudah bisa melawan," sambungnya. 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin mengaku telah mengidentifikasi pemicu lonjakan tren kasus harian. Pemicu pertama adalah pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). 

"Kita tahu ada kebijakan WFB (Work From Bali) yang tentu menjadi kebijakan nasional, sesungguhnya bagus dalam rangka kita menggeliatkan kembali berbagai kegiatan, terutama sektor pariwisata," bebernya. 

"Tetapi dari sisi lain, sejalan dengan penegasan Pak Sekda selaku Ketua Harian, adalah proses pengetatan screening di pintu masuk. Harapan kami dari Satgas, bersinergi semua pihak melakukan upaya pengetatan screening di pintu masuk, tidak hanya di Bandara Ngurah Rai, tetapi juga di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai dan beberapa pelabuhan lainnya," imbuhnya. 

Pemicu kedua, lanjutnya, penignkatan lonjakan kasus aktivitas masyarakat, baik sosial, budaya, adat, dan agama. Hal itu dibuktikan dari dominasi penularan transmisi lokal. 

"Kami di Satgas selalu menggariskan, masyarakat silahkan tetap berkegiatan, tetapi protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat dan disiplin," katanya.

"Ada tagline Bapak Gubernur sejak awal, protokol kesehatan harga mati. Di nasional pun mengeluarkan tagline, pakai masker harga mati, tidak pakai masker bisa mati. Ini tentu adalah dalam rangka bagaimana kita menjalankan dan menaati protokol kesehatan," lanjut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali itu. 

Sementara untuk data harian Covid-19, hingga Jumat 25 Juni 2021, kumulatif kasus mencapai 49.126 orang. Pasien sembuh bertambah 64 orang, atau secara kumulatif menjadi 46.422 orang setara dengan 94,5 persen.

Pasien dalam perawatan berjumlah 1.157 orang (2,36 persen). Sedangkan pasien meninggal dunia bertambah 2 orang.

Secara kumulatif pasien Covid-19 yang dinyatakann meninggal dunia mencapai 1.547 orang atau 3,15 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00