FOKUS: #PPKM MIKRO

Protokol Kesehatan Diperketat Wayan Koster

Gubernur Bali Wayan Koster (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengambil sejumlah langkah antisipasi karena lonjakan kasus baru wabah pandemi global Coronavirus (COVID-19).

Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan kepada jajaran terkait untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) mukai tingkat desa/kelurahan/desa adat, pusat-pusat kegiatan ekonomi dan tempat aktivitas masyarakat. 

“Perketat protokol kesehatan (prokes) di pasar tradisional, pasar modern, pasar swalayan, wilayah destinasi pariwisata, hotel, travel dan restoran,” kata Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Bali dilansir Antara, Kamis (24/6/2021).

“Lakukan  pemeriksaan rapid test antigen secara acak di sejumlah lokasi tempat aktivitas masyarakat," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Wayan Koster saat menggelar rapat koordinasi bersama Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya dan Wali Kota/Bupati setempat guna membahas peningkatan penanganan COVID-19 dan percepatan vaksinasi massal.

Ia juga memerintahkan pemberlakuan kebijakan untuk meningkatkan 3T, yakni tracing (pelacakan), testing (pengujian), dan treatment terkait kasus COVID-19.

“Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) melalui transportasi udara, darat, dan laut, menuju ke Bali juga persyaratannya diperketat," jelasnya. 

Penumpang pesawat udara dan pelabuhan penyeberangan menuju ke Bali agar memastikan memakai surat keterangan negatif rapid test antigen, dan swab berbasis PCR dengan QR code untuk memastikan hasil pemeriksaan tersebut asli (tidak palsu). 

“Operasi yustisi oleh Satpol PP dibantu oleh TNI-Polri dan Imigrasi juga ditingkatkan, kemudian melakukan inspeksi mendadak oleh Satgas COVID-19, hingga melakukan sampling acak. Kemudian menyiapkan tempat karantina secara terpusat di provinsi dan kabupaten/kota," terangnya. 

Ia jua memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bali bekerja  sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah dan Universitas Udayana (Unud) agar melakukan penelitian terhadap varian kasus baru Covid-19.

Menurunya hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah kasus baru COVID-19 merupakan varian jenis baru seperti yang terjadi di India dan Afrika Selatan. Selain itu juga bertujuan melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang berpotensi tertular.

“Saya mengimbau, mengingatkan, menegaskan dan mengajak seluruh masyarakat agar mentaati SE (Surat Edaran) Gubernur Bali tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan dan disiplin menerapkan 6M,” tambahnya. 

“Terkait peningkatan kasus baru COVID-19 yang di luar Bali merupakan varian baru dan banyak menyerang anak usia di bawah 18 tahun," ucapnya. 

Ia meminta kepada wali kota/bupati, camat, kepala desa/lurah, dan bandesa adat Bali serta seluruh komponen masyarakat agar terus bekerja keras dan tanpa lelah.

"Semua agar melakukan berbagai upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran COVID-19," katanya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00