Kota Bima Berubah Zona Orange Covid-19

HM Lutfi Walikota Bima.jpg

KBRN, Kota Bima: Setelah beberapa saat menjadi zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19, kini daerah berjuluk “Kota Tepian Air” itu, berubah menjadi Zona Orange atau resiko sedang.

Wali Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, HM. Lutfi mengatakan, perubahan itu selain tidak adanya penambahan kasus, juga karena tingkat kesembuhan pasien yang tinggi.

“Ada 10 indikator penetuan zona itu, nah ternyata kita memenuhi semua indikator itu, termasuk kesiapan sarana dan prasarana, sehingga kita cepat menjadi zona orange,” katanya, Senin (21/6/2021).

Kebijakan Pemkot tahun 2021, lanjut Lutfi, telah mengalokasikan anggaran untuk merenovasi 5 ruangan isolasi di Rumah Sakit Kota. Pemkot Bima, juga mengusulkan beberapa Rumah Sakit (RS) swasta, yaitu RS Muhammadiaya dan RS dr. Agung menjadi RS rujukan pasien terkonfirmasi.

“Alhamdullilah sudah kita dapatkan rekomendasi,” tambahnya.

Sejumlah kebijakan itu lanjut Wali Kota, adalah salah satu upaya Pemkot Bima mengubah zona sesuai harapan. Yang terberat, kata Lutfi,  dari grafik zona ini adalah pemerintah pusat sudah menentukan angka penduduk yang wajib vaksin 106.000 warga. 

“Wajib sudah tervaksin sampai akhir tahun ini,” jelasnya.

Namun dengan adanya bantuan dan dukungan dari TNI dan Polri dalam vaksinasi massal, target dari pemerintah pusat diyakini akan dapat terlaksana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00