Teror Lalat Aceh Barat, Warga Pakai Kelambu

KBRN Meulaboh: Munculnya lalat dengan jumlah besar masih meresahkan warga Desa Pribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.

Wakil Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Arongan Lambalek, Zaini Dahlan menyampaikan, warga terpaksa menggunakan kelambu pada siang hari menjaga makanan agar tidak dihinggapi ribuan lalat.

"Paling susah kalau ada yang membuat hajatan, itu tidak bisa meletakkan makanan apapun langsung diserbu lalat. Kejadian ini sudah berlangsung dua pekan ini," katanya kepada rri.co.id, Jum'at (18/6/2021).

Masyarakat sudah semakin resah karena lalat tersebut dapat membawa wabah penyakit, karena membawa kotoran dari bangkai ataupun sampah ke rumah-rumah warga.

Setelah ditelusuri lalat dengan jumlah besar yang menyerang perumahan warga itu, diduga berasal dari beberapa usaha ternak ayam/unggas yang kemudian menyebar ke perumahan warga.

"Lokasi ternak ayam itu lumayan jauh dari perumahan, bahkan di dalam semak. Tapi mereka ada melakukan penanganan dengan disemprot, justru lalat dengan jumlah besar berpindah ke rumah penduduk," tutur Zaini.

Selain itu warga juga telah mengkonfirmasi pengusaha peternakan ayam, namun mereka juga menyebut bahwa ada sebuah beast camp di daerah setempat tempat tinggal para pemburu hama babi.

Kata Zaini, biasanya lalat berasal dari adanya bangkai, maka warga sampai saat ini masih menulusuri apakah ada bangkai babi atau bangkai apapun di daerah hutan desa yang mungkin dibuang dengan sengaja.

"Di sana juga ada tinggal para pemburu babi, kami khawatir lalat itu bisa juga muncul dari bangkai babi yang telah mati diburu. Ada beberapa desa yang sudah merasakan dampak serangan lalat," sebut Zaini Dahlan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00