Elpiji Langka di Bima, Penjual Naikkan Harga

Gas Elpiji 3 kg di Kota Bima, Langka.jpg

KBRN,  Kota Bima : Kelangkaan Gas elpiji 3 kilogram  subsidi di kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB)  terjadi bebarapa hari terkahir ini. 

Hal ini membuat masyarakat  menjadi kesusahan. Bukan hanya karna Pasokan gas elpiji yang sudah susah didapatkan di agen- agen, namun jikapun ada, itupun dengan harga yang ditawarkan juga melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Yang telah ditetapkan Oleh pemerintah.

"Sudah beberapa hari ini bahkan hampir satu bulan, saya keliling kota bima untuk mencari gas elpiji  3 Kilogram, tapi tidak ada, kalaupun ada itu harganya mahal, bahkan sampai Rp. 30.000,“  kata Anita warga Kelurahan Melayu Kota Bima, Jum’at (18/6/2021).

Sedangkan para penjual minyak tanahpun juga memanfaatkan moment tersebut untuk menaikkan harga minyak tanah yang mereka jual. Kelangkaan serta mahalnya harga Gas LPG 3 Kg ini diduga karna adanya permainan dari Para agen – agen “Nakal”.

Meskipun  Corporate Communications Head Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo menegaskan bahwa, Operasional SPBE Bima Elnusa Petrofin normal dan tidak ada kendala. Stok LPG dalam 3 hari terakhir telah disalurkan  ke pihak Agen elpiji Kota Bima sebanyak 5.600 tabung atau 10 Truk.

“Distribusi kami ke distributor, tidak ada masalah. Artiya, kelangkaan itu ada di pengecer,” katanya.

Galang, warga yang lain meminta seharusnya aturan main yang wajib dilakukan oleh Agen adalah mencukupi kebutuhan Gas elpiji masyarakat yang berada disikitarnya. Baru untuk masyarakat lain.

"Distributor tentunya sudah memiliki data- data disetiap wilayah, Dan data tersebut wajib diisi oleh masyarakat itu sendiri," katanya. 

Galang berharap kepada distributor agar turun kelapangan untuk mengatasi masalah tersebut, dan jika terdapat temuan, pihak distributor harus memberikan sanksi kepada agen yang “Nakal” agar dapat memberikan effect jera kepada agen lain.

“Ketika ada temuan, distributor harus turun cepat, dalam arti untuk membeikan sanksi yang  kuat kepada agen tersebut, kalau perlu izinnya di cabut”, pungkasnya. (Anggi Kusuma/imr) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00