Isu Calo Tiket, Ini Tanggapan Pelni Baubau

KBRN, Baubau: PT Pelni Cabang Baubau menanggapi isu calo tiket yang diduga kerap menjadi penyebab habisnya tiket di loket penjualan resmi. 

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, J.S Sitorus mengakui memang sering mendapati pembelian tiket di loket resmi bukan oleh calon penumpang, melainkan sanak keluarga calon penumpang tersebut. Namun dirinya menganggap itu bukan praktek percaloan. 

"Jadi (pembelian tiket-red) itu dititiplah sama saudaranya, tapi saya tidak bilang itu calo. Kemudian juga tiket Pelni kan sudah online sehingga siapapun bisa mendapatkan tiket," jelas J.S Sitorus saat dikonfirmasi RRI, Kamis (10/6/2021). 

Menurutnya, praktek tersebut terjadi karena biasanya banyak calon penumpang Pelni tinggal di luar Kota Baubau sehingga menyulitkan bagi mereka untuk membeli tiket jauh hari sebelum waktu keberangkatan.

Karena itu, dirinya memastikan cepat terjual habis tiket tersebut bukan karena ada calo, melainkan akibat pembatasan jumlah penumpang sebagai salah satu syarat keberangkatan kapal di tengah pandemi Covid-19. 

Pembatasan itu menurut J.S Sitorus yang mempengaruhi tidak seimbangnya antara jumlah permintaan tiket dengan jumlah sheet (tempat duduk) kapal yang disiapkan. Sebab rata-rata saat ini tiap penumpang kapal Pelni yang naik dari Pelabuhan Baubau sudah paling kurang 700 orang. 

"Sehingga memang ketika dibuka penjualan tiket bisa dikatakan itu cepat habis tiket dari Kota Baubau. Contoh KM Dobonsolo yang dua hari lagi tiba di Baubau, itu sudah habis sheetnya," ungkapanya.

Meski begitu, pihaknya berupaya memberi solusi terkait adanya pembatasan tersebut dengan meminta tambahan sheet. Namun usul tambahan sheet tersebut tergantung jumlah penumpang turun, karena praktis sheet kapal kembali ada yang kosong. 

"Nah pada saat ada penambahan itu misalnya 200 sheet, maka kami akan sampaikan kepada para travel(tempat penjualan tiket) di Baubau ini supaya membuka lagi penjualan," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00