FOKUS: #PPKM MIKRO

Larangan Mudik, Ini yang Terjadi di Merak

Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi (Rohmanudin/RRI)

KBRN, Cilegon: Hari kedua diberlakukanya larangan mudik oleh pemerintah pusat yang dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang, PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mengoperasikan sebanyak 4 dermaga dari 7 dermaga yang ada di Pelabuhan Merak Banten.

Adapun keempat dermaga yang dioperasikan itu yakni, satu dermaga eksekutif dan tiga dermaga reguler. 

"Karena terjadi peningkatan angkutan logistik, yang sebelumnya cuma dua dermaga, saat ini ada empat dermaga yang dioperasikan untuk mengakut penumpang menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak Banten," kata Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, usai menerima kunjungan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), seperti dikutip RRI, Jumat (7/5/2021).

Ira menjelaskan, selama bulan April 2021, di Pelabuhan Merak terjadi penurunan jumlah penumpang yang mencapai hingga 30 persen.

Penurunan terjadi, menyusul adanya kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran tersebut.

"Ada tiga periode di bulan April ini, kan ada pra pelarangan dan larangan, sebelum pra larangan rata-rata  orang (Penumpang) yang menyebrang melalui Pelabuhan Merak sebanyak 25 ribu orang. Itu yang mencakup semua, ada truk, pribadi dan bus. pejalan kaki dan yang menggunakan spedah motor," ujar Ira. 

"Terus pra pelarangan, karena ada antisipasi sehingga terjadi peningkatan menjadi 28 ribu dari 25 ribu. Nah sekarang ada plarangan cuma hanya ada sekitar 10 ribu penumpang, jadi penurunannya drastis hampir 30 persen dari pra pelarangan," ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Syarif Abdullah Al-Kadrie mengatakan, yang dilakukan oleh pemerintah pusat terkait dengan larangan mudik itu.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Indonesia, agar penyebaran wabah Covid-19 dapat dilakukan pencegahan.

"Kebijakan Pemerintah terhadap membatasi pergerakan, dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga mulai dari tanggal 6 hingga 17 itu tidak ada perpindahan masyarakat dari satu daerah ke daerah yang lain," kata Syarif kepada awak Media.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah terkait larangan mudik, saat ini sudah berjalan dengan baik.

Salah satunya yakni, seperti pelayanan yang ada di Pelabuhan Merak. 

"Kita liat tadi Alhamdulillah sudah berjalan dengan tertib dah sudah terkordinasi dengan baik. Saya kira ini kerja yang cukup baik, termasuk dari ASDP dan lain sebagainya," ujar Syarif.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyampaikan, saat ini fasilitas yang ada di Pelabuhan Merak tidak jauh beda dengan fasilitas yang ada di bandara.

Sehingga, hal itu dapat membuat masyarakat yang akan menyeberang merasakan aman dan nyaman. 

"Fasilitas di pelabuhan merak juga sudah luar biasa, sehingga naik kapal sekarang sudah tidak ada bedanya dengan naik pesawat," ungkap Sanuji.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak itu sudah baik dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat.

Meski begitu, dirinya meminta kepada masyarakat agar dapat mema'lumi terkait kebijakan Pemerintah pusat tersebut. 

"Kita minta juga kepada masyarakat agar mema'lumi kebijakan pemerintah, karena ini untuk kemanusiaan bukan hanya untuk Pemerintah semata," kata Sanuji.

Terkait larangan mudik itu, Sanuji mengucapkan terima kasih kepada PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak yang telah melakukan kebijakan khusus untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik.

"Kita terima kasih kepada pemerintah sebagai tanggung jawab terhadap rakyatnya. Seperti yang dilakukan oleh ASDP saja mengalami penurunan, dari 29 kapal menjadi 9 kapal yang beroperasi. Hal itu sudah sangat luar biasa," pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00