FOKUS: #PPKM MIKRO

Larangan Mudik, Penerbangan di HAS. Hanandjoeddin Dibatasi

KBRN, Kepulauan Bangka Belitung: Pemerintah Kabupaten Belitung menindaklanjuti larangan mudik lokal oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Wakil Bupati Belitung Isyak Meyrobie menindaklanjutinya dengan membatasi jumlah penerbangan di bandara HAS. Hanandjoeddin.

"Ya, kami di Kabupaten Belitung sangat mendukung kebijakan Pemprop BaBel yang mengikuti kebijakan Pemerintah pusat untuk melarang mudik bagi masyarakat dan langkah konkritnya yang kami lakukan yakni dengan membatasi penerbangan kecuali untuk kargo dan jalur pelayaran terkhusus kargo tentu hal ini untuk mencegah penambahan kasus covid 19 di trans lokal", kata Wabup Belitung Isyak Meyrobie ketika ditanyai RRI, Jumat (7/5/2021).

Wabup Isyak Meirobie juga menganggap kebijakan terpusat ini sebagai kesempatan memutus transmisi lokal yang terjadi di Negeri Laskar Pelangi itu.

"Dan kita berharap ini dapat menjadi kesempatan kita memutus transmisi lokal baik di Belitung juga di Belitung Timur nah kalau kita lihat kita punya waktu sekian hari ya 12 hari nah kita punya waktu itu untuk memutus mata rantai penyebaran covid semaximal mungkin", ujarnya

Sementara itu, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung di perantauan Muhammad Firdaus ketika di hubungi RRI menanggapi kebijakan larangan mudik oleh pemerintah mengaku sangat mendukung meski ia dan keluarga yang saat ini berada di Solo harus mengurungkan niat berlebaran bersama sanak saudara di kampung halaman.

"Saya justru menghimbau kepada teman - teman semua mari kita ikuti peraturan itu karena ini demi kita semua Ini kebujakan yang tepat karena kita sadari virus ini bukan hanya di Indonesia tapi di dunia kalau upaya untuk meredam ini sangat baik agar penyebarannya tidak berkembang", ungkap Firdaus

Sebelumnya, Executive General Manager (EGM) PT. Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara H.AS. Hanandjoeddin, Belitung, Untung Basuki kepada RRI.co.id. mengatakan selama waktu larangan mudik lebaran, 6-17 Mei 2021, sebanyak 7 dari 8 maskapai tidak beroperasi, dan 1 maskapai yang beroperasi hanya terbang sebanyak 5 kali dalam 12 hari tersebut.

“Jadi hanya Citilink yang beroperasi, (itupun) hanya di beberapa hari saja, 5 hari yaitu di tanggal 9, 11 12, 15 dan 16. Sementara 7 airline yang lain Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Batik, Air Asia dan Garuda selama 12 hari ini menghentikan operasionalnya,” ungkap Untung.

Sedangkan penerbangan tambahan untuk angkutan kargo hanya akan ada 7 penerbangan saja selama 12 hari larangan mudik.

“Untuk extra flight cargo total ada 7 flight, yaitu Sriwijaya ada 6 flight dan sisanya Citilink, di tanggal 6, 8, 11, 12, 13, dan tanggal 15 Mei,” pungkasnya. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00