Desa Harus Segera Menyiapkan Ruang Karantina PMI

KBRN, Ponorogo: Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur yang saat ini habis kontrak dan sudah kembali ke Indonesia hingga awal pekan pertama bulan Mei ini telah mencapai 1.300 orang. Sebagian besdar dari mereka saat ini masih menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Jumlah PMI yang telah pulang tersebut melebihi kapasitas daya tampung Asrama Haji Sukolilo.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini mengatakan, jika hasil tes swab PCR di Bandara  Juanda ditemukan kasus aktif, maka harus segera ditindaklanjuti sesuai dengan tata laksana.

"Untuk yang negatif, mereka menjalani isolasi selama dua hari di Surabaya, tiga hari di Balai Desa, kemudian pada hari ke-5 menjalani tes PCR kembali. Jika hasilnya positif, maka masuk pada tata laksana protokol Covid dengan penanganan di daerah, dan jika negatif masih harus tetap ditambah isolasi mandiri selama 14 hari di rumah," papar Rahayu, Kamis (6/5/2021). 

Sebagai leading penanganan Covid, Irin - sapaan akrab Rahayu Kusdarini menjelaskan, saat ini pihaknya terus intens menjalin komunikasi dengan bupati dan memberikan atensi khusus terkait langkah-langkah kebijakan yang cepat dan strategis. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran covid yang lebih luas serta bentuk antisipasi adanya mutan atau orang pembawa virus Corona varian baru dari luar negeri.

“Ya, ini menjadi perhatian khusus kita. Tentunya kami Dinas Kesehatan sebagai leading, melaporkan terus dan berkoordinasi dengan pak Bupati terkait hal ini,” imbuh Irin. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menetapkan regulasi khusus terkait penanganan 6.000 orang PMI asal Jatim yang  pulang kampung karena habis kontrak menjelang lebaran ini, di antarannya melakukan tes swab PCR dan karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Hal ini untuk mengantisiapsi  penularan dan penyebaran virus korona, serta kemungkinan adanya varian baru atau mutasi virus Corona.

Sebelumnya,  Bupati Ponorogo Sugiri juga telah meminta pihak  keluarga PMI tidak melakukan penjemputan ke Surabaya, karena penjemputan akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Selain itu, Pemkab Ponorogo telah menginstruksikan kembali pengaktifan rumah karantina di desa-desa dan kelurahan.

“Saya minta dan berharap kepada keluarga PMI untuk menyerahkan sepenuhnya proses penjemputan kepada pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ruang-ruang isolasi di desa dan kelurahan dihidupkan kembali. Ya, semoga saja kedatangan mereka tidak serempak,” harap Bupati. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00