Disnakertrans Dompu Waspadai Pemalsuan Dokumen PMI

Abdul Syahid, Kadis Naketrans Dompu.jpg

KBRN, Dompu: Ditemukannya KTP-el palsu oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat melakukan perekaman KTP-el di kecamatan Hu’u, membuat Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dompu, waspada. Sebab, disinyalir, temuan Dinas Dukcapil itu, disinyalir untuk kepentingan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Dompu, Abdul Syahid, meminta pemerintah desa lebih jeli dalam mengeluarkan izin. Jika ditemukan ada warganya yang sebetulnya belum mencukupi umur namun memiiliki KTP, agar berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil.

“Sebetulnya desa yang lebih tahu kondisi warganya, siapa yang sudah wajib KTP-el, mana yang belum,” ujarnya, Kamis (6/5/2021).

Selain antisipasi pemalsuan dokumen, dari informasi yang didapat pihaknya, ada beberapa warga Kabupaten Dompu yang berangkat menggunakan KTP-el kabupten lain. Cara-cara ini, menurut Syahid, akan berakibat fatal. Sebab, jika nantinya terdapat persoalan di negara tujuan atau PMI ini meninggal dunia, dipastikan datanya akan tidak terlacak.

Sebab, secara data mereka tercatat sebagai warga daerah lain, namun secara fakta adalah warga Dompu. Selain sulitnya melacak identitas, jika ditemukan PMI tersebut akan kesulitan mendapatkan asuransi dan perlindungan dari daerah asal.

Tidak hanya Dukcapil,  Syahid juga meminta Kantor Imigrasi untuk lebih jeli dalam memproses dokumen. Setiap pengajuan keberangkatan, hendaknya Kantor Imigrasi mencari infomasi terkait dokumen yang diajukan ke Dinas Dukcapil.

“Bila perlu antara Imigrasi dengan Dukcapil itu, ada link khusus sehingga saat NIK dimasukkan, akan segera bisa terlacak identitas pemohon,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut Syahid, memang belum terjadi kasus seperti yang dikawatirkan. Namun demikian, untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi, calon PMI harus menyiapkan diri dan membekali dokumen yang benar sebelum berangkat. Dan yang terpenting, kata Syahid, para calon PMI ini memastikan diri berangkat melalui jalur legal. Selain aman, perlindungan yang didapat akan lebih maksimal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00