Mendesak, Warga Terdampak Gempa Butuh Mushola Darurat

Mushola rusak akibat gempa di Kabupaten Malang
Mushola yang rusak tidak lagi aman untuk sholat berjamaah

KBRN, Malang: Gempa magnitude 6,1 yang mengguncang Malang pada Sabtu (10/4/2021), membuat 57 mushola di  Kecamatan Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading Kabupaten Malang berisiko atau tidak aman apabila digunakan untuk kegiatan ibadah. Sehingga saat ini salah satu kebutuhan mendesak adalah mushola darurat.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdhatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Malang, Rurid Rudianto dalam dialog bersama RRI, Kamis (15/4/2021).

“Yang mendesak kita butuh mushola darurat untuk kegiatan sholat tarawih,” jelas Rurit.

Saat ini menurut Rurid, LPBI NU Kabupaten Malang sedang menghimpun bantuan berupa terpal, tikar dan kebutuhan untuk pembuatan tempat ibadah darurat. Hal ini karena sebagian mushola mengalami kerusakan dan beresiko apabila tetap digunakan untuk sholat berjamaah.

Gambaran kondisi ibi dibenarkan  Ketua Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (Maharesigana UMM), Alya Dinia Asyfiqi Masykur . Kerusakan karena gempa  membuat warga di Desa Pamotan Kecamatan Dampit  harus beradaptasi dengan keadaan, menjalankan ibadah Ramadan di tengah kondisi yang memprihatinkan. Namun, ibadah puasa, sholat dan kegiatan lainnya tetap berjalan.

Alya,  yang sedang bertugas sebagai relawan di Pos Pelayanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Malang di Desa Pamotan Kecamatan Dampit, menggambarkan warga yang rumahnya rusak menempati tenda darurat yang mereka buat di depan rumah mereka masing masing.

 “Warga tetap menyelenggarakan tadarus, sholat berjamaah dan buka serta sahur bersama. Makanannya di masak di dapur umum secara bersama, meskipun serba darurat,” jelas Alya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00