Langgar Perda, Aparat Bongkar Blokade Jalan Tangerang

Petugas gabungan membongkar balok kayu berisi coran semen yang memblokade jalan di Cipondoh, Kota Tangerang

KBRN, Tangerang: Sengketa penutupan Jalan Kemuliaan menuju kawasan pergudangan di Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten ternyata tidak sampai 1x24 jam.

Pasalnya, petugas gabungan Satpol PP bersama TNI-Polri langsung melakukan pembongkaran balok kayu berisi coran semen tersebut.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Henra mengatakan, pihaknya melakukan pembongkaran dinding pemblokir jalan tersebut karena dinilai menganggu ketentraman dari masyarakat.

Agus mengaku, hal ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum.

“Melakukan penertiban terkait bangunan yang didirikan di atas ruang jalan. Hal ini melanggar Perda Nomor 8 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Di mana setiap orang dilarang mendirikan bangunan di atas ruang jalan," ujarnya kepada rri.co.id, Kamis (8/4/2021).

Setelah pembongkaran dinding tersebut, sanbung Agus, pihaknya akan melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya pembangunan kembali.

"Teman-teman wilayah akan melakukan pengawasan, karena barang kali akan didirikan kembali. Mudahan-mudahan besok tidak ada kegiatan (pembangunan dinding, Red) lagi," tuturnya.

Agus menambahkan, selama proses pembongkaran dari pihak yang mengaku ahli waris pemilik tanah tidak melakukan perlawanan.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok warga menutup akses Jalan Kemuliaan menuju kawasan pergudangan di Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Alhasil, jalur penghubung tersebut terputus karena terhalang balok dengan isi coran semen.

Aksi tersebut dilakukan oleh pihak mengklaim sebagai ahli waris dari Sidi Dingdik/H Nisan terhadap lahan yang luasnya mencapai dua hektar tersebut.

Salah yang mengaku satu ahli waris, Edi mengatakan, tanah yang diblokir ini milik keluarga besarnya.

“Karena kita sebagai ahli waris tidak memperjualbelikan tanah ini," ungkapnya kepada rri.co.id, Rabu (7/4/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00