International Thudong 2025 akan Libatkan 38 Biksu Thailand & Lintasi Cirebon
- 02 Feb 2025 13:45 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Usai berhasil menggelar ritual thudong pada tahun 2023, rencananya Laskar Macan Ali (LMA) Nuswantara Kesultanan Cirebon, kembali akan menggelar tradisi thudong di tahun 2025 ini. Tradisi thudong yang akan digelar pada tahun ini, berbeda dengan thudong pada tahun 2023 yang lalu.
Rencananya pada di tahun ini LMA Nuswantara akan membawa 38 bhante atau biksu dari Thailand, yang sebelumnya hanya 32 bhante. Ritual thudong 2025 tersebut, rencananya akan di gelar pada bulan Februari dengan jarak tempuh sejauh 2.680 kilometer.
"Setelah sukses menggaungkan Indonesia sebagai negara toleransi melalui Thudong 2023, tahun ini perjalanan spiritual para biksu kembali digelar dengan rute yang lebih panjang dan bermakna. Thudong 2025 akan membawa 38 biksu berjalan kaki dari Bangkok, Thailand, menuju Candi Borobudur, Indonesia. Perjalanan ini akan menempuh jarak sejauh 2.680 kilometer. Berangkat 6 Februari 2025sampai Borobudur diperkirakan selesai pada 10 Mei 2025," ujar Panglima LMA Nuswantara Kesultanan Cirebon Kang Prabu Diaz kepada sejumlah awak Media pada Minggu (2/2/2025).
Prabu Diaz mengatakan, tradisi Thudong 2025 dengan rute melintasi dua negara, yakni Malaysia dan Singapura itu, akan mengusung tema 'Toleransi Untuk Perdamaian Dunia'.
"Thudong yang merupakan tradisi berjalan kaki para biksu untuk menyebarkan pesan spiritual, kali ini mengusung tema 'Toleransi untuk Perdamaian Dunia'. Dalam semangat keberagaman, perjalanan ini bertujuan mengingatkan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan keyakinan, suku, dan budaya," ucapnya.
Selain itu, Prabu Diaz berharap, dengan digelarnya tradisi thudong itu, dapat menyebarkan pesan toleransi kepada masyarakat luas.
"Tentu Kami berharap, melalui perjalanan ini, pesan toleransi dapat semakin menyebar luas ke seluruh masyarakat dunia. Ini adalah upaya kecil kami untuk mengingatkan bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan penghalang dan Thudong 2025 tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga simbol kerja sama lintas negara dan lintas agama untuk menciptakan perdamaian dunia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....