Mengalir, Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid-19

KBRN, Cirebon : Dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak hanya di sektor pendidikan dan kesehatan, namun juga merambah ke sektor manufaktur maupun sektor riil.

Dampak pandemi itu juga dialami para pengusaha pariwisata, perdagangan UKMKM dan sektor transportasi terutama para pengemudi ojek online.

Melihat kondisi tersebut banyak masyarakat maupun korporasi yang tergerak untuk membantu para pelaku ekonomi menengah ke bawah. Salah satunya adalah produsen minuman sehat berbahan dasar buah lokal itsbuah luncurkan gerakan #SehatBareng untuk membantu masyarakat lawan wabah Covid 19.

Menurut pendiri dan CEO itsbuah Hamzah Pasaoran Sinaga program ini tidak saja menyasar konsumen melainkan pelaku transportasi online yang pendapatannya terkena imbas peraturan PSBB di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

“Untuk saat ini, kita fokus membantu para pengemudi ojek online, meski kami menyadari yang terkena dampak ini sebenarnya berasal dari berbagai lapisan profesi, namun karena keseharian operasional kami berhubungan dengan mereka, maka kita fokuskan dulu ke segmen ini,” tuturnya, Minggu (24/5/2020).

Menurut pria yang akrab dipanggil Hapasi ini, wabah ini telah mengakibatkan para pengemudi ojek online mengalami penurunan omset hingga 70 persen karena merosotnya jumlah penumpang.

“Dari informasi yang kami dapati di lapangan, saat ini penghasilan mereka hanya kisaran 30 ribu rupiah per hari, sebelum adanya korona, dalam sehari mereka bisa mendapat 200 ribu, tentu ini sangat memukul ekonomi keluarganya.” ujarnya.

Dengan pemasukan yang berkurang jauh sementara pengeluaran tetap, kesehatan mereka menjadi rentan karena harus berada di luar rumah lebih lama untuk mencari penumpang dan bisa berpotensi terpapar virus Covid 19.

“Di satu sisi, kami bersyukur karena tingkat kesadaran masyarakat untuk hidup sehat meningkat, mereka mulai memproteksi dirinya dengan imun alami,” ungkapnya.

Selain bantuan insentif untuk kurir online pemasaran produknya, kata Hapasi, pihaknya juga membagikan 1000 botol cold pressured juice untuk tim medis yang menangani pasien korona di berbagai rumah sakit.

“Kita tahu bahwa banyak perawat dan dokter yang menangani pasien korona akhirnya meninggal dunia. Salah satu faktornya adalah mereka lebih fokus pada kesembuhan pasiennya dan abai terhadap asupan nutrisi pada diri sendiri. Karena itulah kami mengajak konsumen untuk peduli terhadap kesehatan para pejuang garda depan ini,” paparnya.

Hapasi mengatakan bahwa pihaknya juga membuka ruang donasi langsung dari konsumen berupa dana yang akan disalurkan untuk membeli kelengkapan APD bagi tenaga kesehatan di lapangan.

“Intinya, di masa wabah ini kami ingin berkontribusi dari hulu ke hilir, dari upaya pencegahan, pengobatan hingga pertahanan ekonomi,” tutur lulusan Teknik Elektro ITB yang sempat bekerja di perusahaan BUMN tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00