Terkait Masalah Retribusi Pasar, Seratusan Pedagang Datangi Kantor DPRD Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Terkait masalah restribusi pasar, lebih dari 100 pedagang yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Kota Bukittinggi, Senin 4 Maret 2019, melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD Bukittinggi.

Sesampai di gedung wakil rakyat itu, pedagang sempat kecewa, karena tidak ada satupun anggota DPRD Bukittinggi yang berada di kantor.

Dengan kondisi seperti ini, Koordinator Lapangan (Korlap) Ivan Haykel menyebutkan, sekarang dapat melihat mana yang wakil rakyat dan mana pemimpin yang berpihak pada rakyat. Kalau tidak ada satupun wakil rakyat yang datang menemui rakyatnya, maka status wakil rakyatnya dipertanyakan.

Aksi kali ini merupakan lanjutan aksi sebelumnya yang meminta DPRD menyatakan sikap dengan jelas dan tegas, agar membela rakyat dan ikut menolak diberlakukannya tarif restribusi tersebut.

"Tuntutan kami menolak kenaikan tarif retribusi pasar, cabut peraturan wali kota nomor 40 tahun 2018, serta stop intimidasi terhadap pedagang, termasuk pencopotan spanduk aksi pedagang," tuturnya.

Menurut Ivan Haykel, kenaikan retribusi pasar sangat mencekik pedagang dan terlalu signifikan, yakni 300 hingga 600 persen.

"Jika dulu tarif retribusinya hanya Rp10 ribu, kini Rp60 ribu. Itu kan sangat drastis naiknya. Ini sangat memberatkan pedagang, ditambah lagi dengan kondisi pasar saat ini yang sedang lesu, dimana jumlah pedagang lebih ramai dari pembeli," sebutnya.

Ivan Haykel menambahkan, aksi ini tidak hanya diikuti pedagang Pasar Bawah saja, namun juga diikuti sejumlah pedagang dari kawasan Pasar Aua Tajungkang, serta Pasar Aur Kuning. (YPA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00