Panen Perdana Mannennungeng UKM KPI Unhas di Bone Sukses Lampaui Target
- 03 Sep 2026 20:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone sukses menghasilkan 5,3 ton gabah kering panen (GKP) per hektar di lahan demplot. Pencapaian ini melampaui target awal yang dipatok di angka 5 ton dari produktivitas sebelumnya yang hanya mencapai 3 ton per hektare.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S. menjelaskan capaian ini tidak terlepas dari penerapan empat pilar utama program Mannennungeng yang terintegrasi secara holistik. Uwae Tuo, sistem irigasi presisi berbasis IoT, berhasil menghemat penggunaan air hingga 25 persen. Pabbura, inovasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan, menghasilkan pupuk organik yang memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan lahan.
Warani, teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, menekan serangan organisme pengganggu tanaman tanpa pestisida kimia berlebihan. Sementara Garisi’, strategi adaptasi pola tanam dan rotasi varietas unggul, memastikan tanaman tumbuh optimal dan produktivitas meningkat secara berkelanjutan.
“Panen perdana ini membuktikan bahwa empat pilar tersebut, dapat saling bersinergi dan efektif menciptakan ekosistem pertanian yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan. Kami tidak hanya menghemat air dan memperbaiki tanah, tetapi juga menekan risiko hama dan mengoptimalkan pola tanam”, jelas Fadel kepada rri.co.id, Kamis, 3 September 2026.
Dikatakan Fadel, ini juga sekaligus menegaskan bahwa pertanian cerdas dan berkelanjutan bisa diwujudkan di tingkat desa. “Kami juga berterima kasih kepada BPS Bone yang telah memverifikasi capaian ini," ujarnya.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, memaknai capaian membanggakan tersebut sebagai sebuah momen bersejarah bagi UKM KPI Unhas. “Inovasi yang kami terapkan di bidang irigasi, pengolahan limbah, pengendalian hama, dan pola tanam mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian di Indonesia”, kata Aydil.
Ketua Kelompok Tani Mabbiri', Burhanuddin, S.P. mengaku tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Kami tidak pernah membayangkan hasil panen bisa sebesar ini. Dengan bantuan adik-adik mahasiswa dan teknologi Mannennungeng, kami bisa mendapat 5,3 ton. Ini benar-benar mengubah hidup kami”, katanya.
Panen perdana ini menandai tonggak keberhasilan Program Mannennungeng melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pertanian cerdas yang berdampak nyata. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Bone dan seluruh Indonesia demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....