Samsung Smart Learning Class jadi penggerak pendidikan berbasis TIK di Kabupaten Biak Numfor

Asisten 1 Setda Biak Numfor menutup SSLC di Kabupaten Biak Numfor
Samsung Smart Learning Class jadi pengggerak pendidikan berbasis TIK do,Biak Numfor

KBRN,Biak: Wahana Visi Indonesia (WVI), organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus terhadap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan gender, bersama Samsung Indonesia  mengumumkan program Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Biak, Papua secara resmi telah selesai.

 Kegiatan  “Workshop Samsung Smart Learning Class” yang berlangsung di Gedung Hall Asana, Biak,Sekasa (21/12/2021)  sekaligus menjadi momen serah terima program kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor sebagai bukti komitmen kemitraan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Biak.

Sejak peresmiannya di SD YPK Waupnor Biak tahun 2018 lalu, program SSLC terbukti telah mendorong pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru dan siswa, serta berkontribusi dalam membangun pemahaman masyarakat sekitar akan teknologi melalui berbagai pelatihan.

 Hingga saat ini, sekitar 3.700 masyarakat Biak yang terdiri dari anak-anak, orangtua, guru, komunitas, dan aparat pemerintahan setempat telah mendapatkan pelatihan teknologi yang difasilitasi oleh Samsung dan WVI.

Dalam survei kepuasan yang dilakukan WVI sebagai evaluasi program, Kepala Sekolah SD YPK Waupnor Biak, Kain Wamaer, S.Pd mengatakan bahwa SSLC telah memberikan dampak yang besar di sekolahnya. Melihat perkembangan yang cukup signifikan, beliau merasa yakin target sekolahnya untuk menjadi berstandar nasional dapat tercapai dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

“Beberapa guru yang awalnya belum fasih menggunakan perangkat teknologi kini sudah mampu memanfaatkan fitur-fitur perangkat untuk digunakan saat mengajar. Siswa juga sangat cepat dalam beradaptasi menggunakan gadget untuk mencari informasi dan belajar,” ungkap Kain.

Hal senada juga diungkapkan oleh para orang tua murid SD YPK Waupnor Biak. Berdasarkan hasil survei, sebagian besar orang tau murid mengaku bahwa anak-anaknya jadi memiliki wawasan yang luas dan mampu menggunakan gadget. Selain itu, anak-anak juga lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan oleh guru dan cepat mengenal bahasa-bahasa asing karena biasa melakukan browsing di Google Chrome.

Plh Bupati Biak Numfor yang diwakili oleh Asisten  Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Biak Numfor, Mahasunu,SIP dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian program SSLC ini dalam meningkatkan inovasi pembelajaran digital di Biak. Ia juga menyebutkan bahwa hal ini selaras dengan program pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat. 

"Kedepannya, proram SSLC ini akan menjadi pedoman pemerintah dalam mengembangkan sistem pembelajaran berbasis digital di kabupaten Biak Numfor,"ujar Mahasunu.

Sementara itu Plh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, Daud Farwas SE mengapresiasi kerjasama yang telah dibangun oleh Wahana Visi Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Biak Numfor. Melalui program SSLC yang telah berjalan kurang lebih 3 tahun ini  sangat bermanfaat bagi siswa/i dan guru maupun masyarakat yang ada dilingkungan SD YPK Waupnor. 

"Walaupun program ini telah berakhir, namun  dari pihak Dinas Pendidikan berharap program ini akan terus berjalan dan dapat direplikasi kesemua jenjang pendidikan lainnya untuk meningkatkan literasi anak,"tutur Daud Farwas..Sementara Team Leader Education Wahana Visi Indonesia, Marthen Sattu Sambo sangat mendukung upaya pemerintah tersebut. Namun, Ia menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mendorong inovasi pembelajaran digital di sekolah. Salah satunya adalah pelatihan TIK kepada para guru harus dilakukan secara konsisten, sistematis serta terukur agar tidak terjadi learning loss. Untuk itu, Ia menjelaskan bahwa WVI siap untuk mendampingi dan berkolaborasi dengan pemerintah. 

“Berakhirnya dukungan program SSLC di SD YPK Waupnor dari Samsung tidak serta merta menghentikan pendampingan WVI kepada para guru dan murid di Biak. WVI, melalui Area Program Biak, senantiasa hadir sebagai mitra terpercaya untuk mendorong perubahan nyata bagi anak-anak di seluruh aspek kehidupannya. Kami berterima kasih kepada Samsung Indonesia yang telah menjadi pelopor perubahan dalam memajukan pendidikan di Biak melalui program SSLC ini,” tutur Marthen.

Selaku Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia,Ennita Pramono menyebutkan sebagai warga korporasi yang baik Samsung akan selalu berusaha menjadi bagian dari masyarakat dimanapun berada dengan tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif terutama pada dunia pendidikan di Indonesia melalui inovasi dan teknologi.

" Melalui pembangunan ekosistem berbasis pendidikan secara menyeluruh di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, program SSLC di Biak ini bukan hanya membantu mengoptimalkan aktifitas proses belajar mengajar, namun sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat di Biak khususnya dan di Papua pada umumnya untuk meraih kehidupan yang lebih baik dengan meningkatkan pemahaman tentang teknologi,"ujar Ennita Pramono, 

Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus pada kesejahteraan anak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan gender. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.

 Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar