Angka buta aksara 1,2 persen, Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor gandeng berbagai pihak

Salah sekolah dengan penerapan protokol kesehatan di Biak Numfor

KBRN,Biak: Hari Aksara Internasional  muncul setelah  konferensi pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran yang berlangsung  tanggal 8 sampai 19 September 1965 sehingga setiap tahun diperingati tanggal 8 September

Menurut pemerhati pendidikan di Biak ,Kamarudin,S.Pd bahwa tujuan Hari Aksara  untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya aksara atau literasi  karena diakui sejumlah tantangan dihadapi secara global termasuk di Papua dan di Kabupaten Biak Numfor. Penguatan di pendidikan dasar di kelas awal  menjadi perhatian semua pihak.

“Momentum yang bagus di hari ini peringatan Hari Aksara Internasional,mengingatkan kita untuk terus meningkatkan ketrampilan  keaksaraan dasar anak muda kita,dan saya yakin masih banyak hal yang harus dibenahi dalam meningkatkan melek huruf  di tanah Papua baik secara kuantita maupun kualitasnya,’ujar Kamarudin di Biak,Rabu (8/9/2021)

“Sejak 2017 Unesco memindahkan fokus Hari AksaraInternasional ke literasi digital sehingga kita sekarang harus memadukan keduanya yaitu tidak  meninggalkan usaha keras untuk meningkatkan keterampilan keaksaraan dasar anak-anak kita tapi kita juga harus berusaha membawa generasi muda kita menjadi generasi yang memiliki keterampilan literasi digital,”tuturnya

Kamarudin menambahkan upaya yang dapat dilakukan untuk pencapaian tersebut dengan memperkuat pendidikan dasar khususnaya dikelas awal sehingga dapat mengenal huruf dan angka.

“Pentingnya memperkuat  pendidikan dasar dikelas awal agar anak-anak mengenal huruf dan angka dengan lebih baik,kemudian kita dapat meningkatkan upaya-upaya  literasi digital dan kita semua   harus berusaha untuk memiliki keterampilan literasi digital,serta  cakap bermedia sosial dan menggunakan media sosial  unuk hal-hal yang lebih posif dan membangun peradaba yang lebih baik,”ungkapnya

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor,Mesak  Mandowen S.Pd.,M.Pd menyebutkan angka buta aksara  hingga saat ini di Biak Numfor mencapai 1,2 persen dan berbagai upaya dan strategi terus digenjot Dinas Pendidikan untuk mendongkrak angka melek huruf  tersebut.

“Kondisi pendidikan di 220 sekolah di Kabupaten Biak Numfor untuk siswa SD,SMP,SMA dan SMK masih ditemukan yang buta aksara dan data yang kami teliti  sekitar 1,2 persen masih ada angka buta aksara, sehingga menjadi tugas bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan,sekolah dan yayasan-yayasan  yang peduli pendidikan untuk terus mengawasi persolan buta aksara ini,”kata Mesak Mandowen

“Upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan Biak Numfor  salah satunya menggandeng Yayasan Rumsram Biak melalui program baca tulis hitung (Calistung) dan buta aksara dengan melakukan pembinaan pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Biak Numfor,”ujarnya

Mesak Mandowen selanjutnya berharap keterlibatan semua akan  pentingnya budaya  literasi sejak dini ,bukan hanya tanggungjawab sekolah dan Dinas  Pendidikan saja namun tanggungjawab bersama  dimulai dari dalam keluarga

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00