Ketua Satgas Penanganan Covid : Penerapan Sanksi Sosial Dengan Pendekatan Kearifan Lokal

KBRN, Biak : KBRN, Biak: Kepatuhan akan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam pencegahan penularan Covid-19, meski diakui masih terdapat warga masyarakat yang menganggap remeh atau tidak patuh karena tidak adanya penerapan sanksi bagi yang melanggar. Kepala BNPB yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan hal tersebut pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor,Papua bertempat di Makoospau III Biak,Kamis(8/10/2020)

“Secara nasional sebanyak 17 persen dan di Papua ada 21 persen warga yang merasa tidak mungkin terpapar Covid dan dari data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik  (BPS) pada tanggal 14 hingga 21 September 2020 terhadap 90.657 orang responden dan terdapat 55 persen masyarakat menyatakan tidak patuh karena tidak ada sanksi sehingga TNI, Polri dan Satpol PP dapat menyikapi ini dengan menyusun sebuah program agar sanksi yang diberikan merupakan suatu langkah tepat,"ujar Doni Monardo

Sanksi yang diterapkan menurut Jenderal Bintang tiga tersebut juga disesuaikan dengan aturan yang berlaku serta sanksi sosial dengan pendekatan kearifan lokal masing-masing daerah.

"Saya menghimbau agar penerapan sanksi harus betul-betul rerukur sehungga tidak menimbulkan reaksi,juga memperlakukan masyarakat dengan cara yang baik ,tidak mempemalukan orang yang membuat kesalahan di ruang publik,"tuturnya.

"Sanksi ini juga perlu ditingkatkan berupa sanksi sosial,sanksi adat sehingga pendekatan melalui hukum yaitu Inpres Nomor 6 tahun 2020 dapat diimbangi dengan pendekatan kearifan lokal dan kami yakin setiap daerah pasti memiliki cara yang tepat untuk mengajak masyarakat untuk patuh disiplin menerapkan protokol  kesehatan dan ini tentu menjadi tanggungjawab kita bersama,"tegasnya

Hingga saat ini menurut Doni Monardo belum ada obat  dan vaksin Covid-19 sehingga disiplin patuh pada  protokol kesehatan sebagai obat dan vaksin yang utama.

"Sejauh belum tersedianya obat dan vaksin Covid,maka vaksin dan obat yang terbaik adalah disiplin dalam menerapkan prokes yaitu memakai masker, mencuci tangan,menjaga jarak dan menghindari kerumunan selain itu upaya lain dengan berdoa,beribadah sesuatu agama masing-masing,juga dengan istirahat yang cukup,dan beriolahraga.yang teratur dan jangan lupa bahagia,jangan panik,"jelasnya

Sementara Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap menyampaikan apresiasi dan berterimakasi kepada Presiden Joko Widodo melalui BNPB memberikan perhatian kepada Kabupaten Biak Numfor. 

"Saya selaku Bupati Biak Numfor beserta jajaran,Forkopimda,DPRD,tokoh agama,tokoh masyarakat ,tokoh adat dan massyarakat Biak Numforlr menyampaikan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memperhatikan Kabupaten Biak Numfor,salah satu Kabupaten terluar di Papua dan Indonesia sehingga Biak Numfor bersama tiga daerah lainnya menjadi prioritas pembangunan RS Covid di Indonesia,"ungkap Bupati Herry Ario Naap.

"Kami juga menyampaikan terimakaih kepada Kepala BNPB yang mendapatkan amanah menjadi Ketua Satgas Penanganan Covid-19 ,yang selama masa pandemi tetap berkomunikasi dengan baik meski hanya melalui pesan WhatsApp baik secara administrasi maupun instruksi yang diberikan dapat berjalan dengan lancar,dan kami sangat berterimakasih dan bersyukur atas kunjungan kerja yang dilakukan di Biak,"ujarnya.

Kunjungan Kepala BNPB Doni Monardo dan tim ke Biak selain menggelar Rakor Penanganan Covid,juga meresmikan RS Covid  dengan menandatangani prasaasi dan  menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pemda Biak Numfor diantaranya berupa ventilator, tempat tidur,APD.

 Kunjungan kerja  tersebut ,Kepala BNPB bersama rombongan mengunjungi Pulau Urbi di Kepulauan Padaido didampingi Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap,Sekda Markus O Mansnembra,Ketua DPRD Milka Rumaropen,Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi,Kasrem 178/PVB Kolonel Inf Yusuf Ragainaga, Danlanal Kolonel Laut (P) Dominggus P Misalayuk,Kapolres Biak Numfor AKBP Murjatmo Edi,Dandim 1708/BN Letkol Inf Arief Setyono.

Selanjutnya Kepala BNPB dan rombongan pukul 17.25 WIT bertolak  ke Bali menggunakan pesawat TNI AU.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00