Biak Numfor Segera Miliki Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19

KBRN,Biak: Bupati Biak Numfor  Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di areal RSUD Biak,jalan Sriwijaya Biak,Selasa (2/6/2020). Pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 tersebut akan ditangani langsung oleh Kementerian PUPR dengan anggaran  sekitar Rp.38,28 miliar.

 Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dalm sambutannya mengatakan ditetapkannya Biak Numfor sebagai salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang mendapat fasilitas pembangunan  rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 menjadi berkah bagi masyarakat Biak Numfor ditengah pandemi Covid-19.

“Mewakili rakyat Kabupaten Biak Numfor,seya selaku Bupati berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menyetujui  usulan permintaan Pemda Biak Numfor melalui Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang juga selaku Ketua  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sejak awal kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi sehingga akhirnya Biak Numfor akan segera memiliki rumah sakit rujukan penangaan Covid-19,”ujar Bupati Herry Ario Naap

“Saya berharap,pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 ini sesuai dengan apa yang direncanakan,dikerjakan dengan baik hingga tuntas dalam waktu dua bulan dan kepada Kadis PUPR,Kadis Kesehatan,Direktur RSUD Biak untuk aktif mengawal pembangunan ini, sesuai petuntuk yang ada dan proses pengerjaan ini juga dikawal,diawasi bersama oleh  Kepolisian,Kejaksaan  dan DPRD ,”tuturnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kabupaten Biak Numfor Zackarias Meilowa dalam laporannya menyebutkan ,pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dilahan seluas 1800 persegi untuk pembangunan tiga ruangan terdiri dari ruangan isolasi,ruang karantina dan ruang pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

“Latar belakang pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 adalah adanya surat dari Bupati Biak Numfor kepada Kepala BNPB  Pusat pada tanggal 13 April 2020 perihal permohonan bantuan sarana prasarana penanganan Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor yang kemudian ditindaklanjuti Ketua BPBP dan keluarlah Peraturan Presiden terkait rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang disetujui Presiden Joko Widodo. Rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia hanya terdapat tiga yaitu rumha sakit rujukan di Universitas Gajah Mada (UGM),rumah  sakit Lamongan di Jawa Timur dan rumah sakit rujukan di Biak Numfor.Hal yang luar biasa adalah usulan permintaan bantuan sarana prasarana penanganan Covid-19 ini ada ratusan daerah yang mengajukan namun hanya tiga yang disetujui Presiden,”ungkap Zackarias Meilowa

“Pembangunan rumah sakit rujukan ini sesuai kontrak dimulai per 1 Juni dan selesai tanggal 31 Juli 2020 dan sesuai dengan Perpres bahwa pembangunan tersebut  melibatkan  semua Kementerian Lembaga, baik BNPB,Kementerian Keuangan,Bappenas, Kementerian PU dan BUMN,kemudian Menteri PUPR menunjuk PT Adi Karya untuk mengerjakan pembangunan rumah sakit rujukan ini dengan anggaran mencapai Rp40 miliar. Pembangunan terdiri dari tiga  rungan yaitu pembangunan ruang Isolasi dengan 10 tempat tidur,ruang karantina dengan 40 tempat tidur dan pembangunan kamar jenazah seluas  15x20 meter,sedangkan untuk fasilitas di dalam rumah sakit tersebut berupa alat kesehatan dan lainnya akan dilengkapi Kementerian Kesehatan,”tuturnya

“Pekerjaan pembangunan ini akan melibatkan 30 orang tenaga ahli dan sebagai komitmen Dinas PUPR maka akan melibatkan pula tenaga lokal  dan setiap hari akan  fokus menyelesaikan pembangunan yang ditargetkan tidak melebihi bulan Juli 2020,”pungkasnya

Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dilakukan oleh Bupati Biak Numfor,Ketua DPRD Biak Numfor beserta Wakil Ketua 1 dan 2,unsur Forkopimda,pimpinan TNI  Polri,Asisten 3 mewakili Sekda,Direktur RSUD Biak dan Ketua Klasis Biak Selataan, serta dihadiri Kadis Kesehatan ,pimpinan OPD dan anggota DPRD Biak Numfor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00