Personel Korem 173/PVB Ikut Pembekalan Pembinaan Kontra Radikalisme

KBRN Biak: Kepala Staf Korem 173/PVB Kolonel Inf Yusuf Ragainaga mewakili Komandan Korem 173/PVB menerima Tim dari Staf Intelejen Angkatan Darat Kolonel Inf M. Sujono, S.E,S.H.,M.Si.,M dan anggota,untuk memberikan pembekelan pembinaan Kontra Radikalisme kepada Personel Korem 173/PVB bertempat di Aula Graha Korem 173/PVB, Kamis (15/10/20).

Danrem 173/PVB dalam sambutan tertulisnya yang di bacakan Kasrem 173/PVB menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kedatangan Tim dari Sintelad yang  memberikan pembekalan pembinaan kontra radikalisme kepada personel Militer dan PNS Korem 173/PVB.

"Perkembangan informasi dan teknologi informasi saat ini sangat pesat dan telah menembus hampir di semua lini kehidupan masyarakat, yang di dalamnya terdapat dampak positif dan negatif yang mudah di ketahui", ungkap Kasrem 173/PVB dalam amanat Danrem 173/yang di bacakannya.

"Salah satu dampak negatif yang sangat krusial adalah berkembangnya faham Radikalisme, karena faham Radikalisme merupakan potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas negara,"ungkap Danrem.

Kegiatan pembinaan tersebut menurut Danrem merupakan salah satu solusi untuk mencegah penyebaran faham radikalisme, 

"Saya harapkan kepada seluruh personel Korem 173/PVB baik militer maupun PNS wajib berperan aktif dalam memutus sel-sel jaringan radikalisme yang dapat membahayakan keutuhan Bangsa Indonesia, dengan cara selalu adakan koordinasi dan pupuk hubungan yang harmonis dengan semua komponen masyarakat, sehingga kita bisa ciptakan kontra Radikalisme dan Deradikalisasi,"ujar Danrem

Sementara Kolonel Inf Sujono selaku Ketua tim pembinaan pencegahan Radikalisme  dari Sintelad dalam kesempatan tersebut juga berterimakasih kepada Komandan Korem 173/PVB atas ijin yang telah diberikan untuk melaksanakan kegiatan pembekalan pembinaan kontra radikalisme di Korem 173/PVB.

"Radikalisme adalah suatu idiologi, gagasan atau paham dengan cara ingin melakukan perubahan pada sistim sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrim,"ungkap Asintel Kasad dalam amanat tertulis yang dibacakan Kolonel Inf Sujono.

 Perkembangan radikalisme dalam era globalisasi semakin meningkat ditambah berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat banyaknya gerakan paham radikal muncul terutama dalam media sosial. Hal ini merupakan peluang bagi kelompok radikal untuk melakukan  perekrutan, propaganda dan aksi-aksi lainnya melalui internet.

"Penyebaran paham radikalisme tidak hanya menyasar kepada masyarakat biasa saja, pegawai lembaga negara , bahkan juga dapat menyusup dalam diri personil TNI AD dan keluarganya,"ucapnya dalam amanat Asintel Kasad

"Kegiatan kontra radikalisme ini merupakan upaya penanaman nilai-nilai nasionalisme serta nilai-nilai non kekerasan melalui pembekalan dan ceramah serta tanya jawab,dengn narasumber yang berkompeten di bidangnya, sehingga di harapkan dapat terwujud pemahaman tentang bahaya penyebaran radikalisme bagi personel TNI AD dan keluarganya,"tuturnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasipers Korem 173/PVB Kolonel Inf Ade Roni Wijaya, S.E., M.M, Kasiren Korem 173/PVB Kolonel Inf Marsana, S.I.P dan para Kabalak Rem 173/PVB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00