Polres Biak Numfor Berhasil Kembalikan Uang Negara Rp.179 Juta Dugaan Kasus Korupsi Pada Stasiun PSDKP Biak

KBRN,Biak: Surat Penghentian Penyelidkan (SP2) dikeluarkan  Satreskrim Polres Biak Numfor untuk kasus dugaan  korupsi pekerjaan barang General Overhaull Main Engine untuk Kapal Hiu Macan 04 pada Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Biak.

 "Penghentikan penyelidikan tersebut setelah  pihak terlapor  YR pemenang tender dari Jayapura telah mengembalikan  senilai Rp.1.220.402.485 dalam bentuk barang dan jasa sebesar Rp 1.040.603.905 miliar lebih dan dalam bentuk uang pengembalian ke Kas Negara sebesar Rp 179.798.580  sehingga potensi atau indikasi kerugian negara menjadi 0,"ungkap Kasatreskrim Polres Biak Numfor Iptu Oscar F.Rahadian S.Ik, MH,pada press realase di Mapolres Biak,Rabu (14/10/2020)

Kasus ini berawal dari laporan pengaduan pihak Stasiun PSDKP Biak tentang  adanya  pekerjaan barang yang tidak terlaksana di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan pagu dana sebesar Rp.2.805.732.000 dari APBN tahun anggaran 2019 oleh PT.Putra Ampimoi Mandiri dengan YR selaku Direktur

"Sesuai kontrak pekerjaan dari tanggal 12 Agustus hingga 16 Desember 2019 (120 hari) dan pada saat pelaksanaan, pihak PT.Putra Ampimoi Mandiri telah menerima 50 persen dana dari nilai kontrak atau sebesar Rp.1.220.402.485 namun hingga tanggal kontrak berakhir, progres pekerjaan 0 persen,"ungkap Kasatreskrim

Selanjutnya dengan pengaduan dari Stasiun PSDKP Biak,kami melakukan penyelidikan hingga pada bulan Februari-Maret 2020,BPKP melakukan audit dan ditemukan adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 179.798.580, sedangkan pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pada saat audit BPK  dengan nilai pekerjaan Rp.1.040.603.905 dan telah diserahkan ke PPK pada tanggal 28 Agustus 2020 bertempat di dermaga pelabuhan perikanan pantai Sorong,Papua Barat.

"Setelah diserahkan ke PPK, juga penyerahan tanda bukti pengembalian uang kepada  Kas Negara yang dilakukan di bulan Mei hingga Juni dengan total Rp.179.798.580,sehingga dengan demikian potensi indikasi kerugian negara tidak ditemui karena tidak cukup bukti dan melakukan gelar perkara maka penyelidikan dihentikan dan hari ini serah terima bukti tanda bayar karena selesainya permohonan penyelidikan,"jelas Kasatreskrim.

Iptu Oscar F Hadian akui untuk pengembalian  kerugian negara dari kasus dugaan korupsi  tersebut baru pertama kali di tahun 2020 namun dalam waktu dekat ada dua kasus yang tengah didalami dan akan dinaikkan ke penyidikan perkara.

Penyerahan SP2 oleh Kasatreskrim Polres Biak Numfor yang diterima pihak Stasiun PSDKP Biak dan juga dikirim ke pihak terlapor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00