Kasus Pilkada Supiori,JPU Tuntut Ketua KPU 5 tahun

KBRN, Biak : Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Supiori Buziri Ronald Korwa, S.Sos, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Biak pidana 5 tahun penjara dan denda 50 Juta rupiah pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Biak.

Kepala Kejaksaan Negeri Biak Numfor Erwin Saragih mengatakan terdakwa.diduga melanggar pasal 180 ayat (1)  UU nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU nomor 1 tahun 2015 tentang pemilihan Kepala Daerah.

"Kasus tindak pidana Pemilu kini sudah masuk sidang penuntut umum ,berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Biak tanggal 4 Agustus 2020, sementara tanggal 11 Agustus 2020, telah melalui proses sidang cepat, dan tuntutan JPU Kejari Biak terhadap terdakwa ketua KPU Supiori aktif dituntut," ujar Kajari di Biak,Rabu (12/8/2020)

Kajari menambahkan,BRK didakwa lantaran mengakibatkan salah satu bakal calon pasangan perseorangan yaitu pasangan Calon Bupati Supiori Yotam Wakum,SH dan Callon Wakil Bupati Fery Mambenar kehilangan haknya pada tahapan Pilkada.

"Selama persidangan yang bersangkutan kurang koperatif sehingga masa hukuman terbilang cukup berat," ungkapnya.

Sementara itu juru bicara Pengadilan Negeri Biak,Ronny Widodo menambahkan persidangan terdakwa Ketua KPU Supiori dilakukan setiap hari sejak dilimpahkan tanggal 7 Agustus 2020

"Persidangan berjalan dengan batas waktu yang singkat dengan materi tuntutan JPU,kemudian hari ini,Rabu (12/8/2020) pembacaan pembelaan terdakwa hingga nanti tanggl 13 Augustus 2020 akan diputuskan,''jelas Ronny Widodo.

Selama persidangan di Pengadilan Negeri Biak berjalan dengan tetap  menetapkan protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00