Tingkatkan Kemampuan Personil,Lanudal Biak Gelar Opslat SAR Kecelakaan Pesawat Udara

KBRN, Biak : Pesawat Saint Airlines dengan nomor penerbangan PK 332 dari Surabaya tujuan Biak pada Rabu (29/7/2020) pukul 08.00 wit yang terbang membawa alat kesehatan (alkes) dalam rangka penanggulangan Covid-19 dilaporkan mengalami kerusakan mesin dan melakukan pendaratan darurat di perairan Biak sebelum landing di Bandara Frans Kaisiepo Biak ,Papua.

Pada waktu bersamaan saat itu, melintas pesawat udara CN 235 BKO Lanudal Biak yang sedang melaksanakan peran posko latihan sebagai patroli rutin udara di perairan Biak melihat kepulan asap pada koordinat 1° 10 .759’ S – 136 ° 3.253 E ,selanjutnya pilot menghubungi DanLanudal Biak dan diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Biak dan ke Danlanudal. Tim SAR gabungan selanjutnya menyiapkan Search and Rescue Unit ( SRU) serta alat utama dan melakukan Operasi Pencarian dan Pertolongan korban dari pesawat PK 332 dan menemukan satu korban yang berhasil di evakuasi menggunakan rubber boat kemudian dibawa ke daratan dan dijemput mobil Ambulance RSAL dr. Ghandi AT untuk mendapatkan pertolongan medis.

Itulah skenario Latihan SAR Kecelakaan Pesawat Udara (Pesut) Opslat TW III Lanudal Biak tahun 2020 bertempat di depan pantai Water Bases Lanal Biak yang melibatkan kurang lebih 90 personil gabungan dan SRU serta Alut diaaraanya satu KN Wibisana SAR Biak, dua unit rubber boat milik Lanal Biak,dua rubber boat SAR Biak dan mobil ambulans RS Ghandi AT Biak.

Opslat SAR kecelakaan pesut tersebut turut disakdikan langsung oleh Danlanal Biak. Kolonel Laut (P) Dominggus Sidang Misalayuk, GM PT.Angkasa Pura I Biak Hari Budi Waluyo, Kepala Air Nav Cabang Biak Elsa Matui.

Menurut Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Biak, Letkol Laut (T) Moeis Syaifudin, S.T., M.M, Opsplat SAR kecelakaan pesud tersebut merupakan latihan rutin dan ini untuk meningkatkan kualifikasi dari seluruh personil Lanudal Biak.

“Opslat kecelakaan pesut adalah latihan rutin Lanudal Biak dan bertujuan agar seluruh personil Lanudal yang telah memiliki kemampuan dalam penanganan SAR akan semakin terlatih dan terbiasa sehingga jika terjadi kecelakaan pesut maka personil telah siap.dan mampu menangani sesuai SOP,”ujar Danlanudal Biak Letkol Laut (T) Moeis Syaifudin, S.T,M.M.

Sementara Komandan Lanal Biak Kolonel Laut (P) Dominggus Sidang Misalayuk memberi apresisai digelarnya oplsat Lanudal Biak dan diharapkan laithan SAR tersebut dapat berkesinambungan.

“Penting adanya koordinasi dalam penanganan operasi SAR pesut antara SAR Biak dan stakeholder lainnya dan potensi SAR yang ada dan dengan digelarnya Opslat pesut oleh Lanudal Biak ,kami sangat mengapresiasi dan berharap ke depan terus berlanjut dan semakinbaik terlebih masih sering adanya kejadian kecelakaan laut di negara kita,”tutur Danlanal Biak .

Opslat SAR kecelakaan Pesut Lanudal Biak ini juga mendapat apresiasi Kepala Kantor Percarian dan Pertolongan /SAR Biak,Gusti Anwar Mulyadi.

“ Kami SAR sangat bersyukur karena tingkat koordinasi kami dilihat oleh masyarakat terus jalan dengan tujuan memberikan layanan optimal dan dengan adanya opslat SAR oleh Lanudal Biak dapat memacu instansi lainnya dapat berkoordinasi dan bersinergi,”ujar Gusti Anwar Mulyadi.

Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Biak, Letkol Laut (T) Moeis Syaifudin, S.T., M.M menutup resmi kegiatan Opslat SAR Kecelakaan Pesut Lanudal Biak yang berlangsung selam adua hari ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis dan penyerahan cinderamata kepada Danlanal Biak dan Kepala Kantor SAR Biak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00