FOKUS: #PON XX PAPUA

Ada ikan asin Lohan di PON XX Papua

Ikan asin Lohan dari danau Sentani

KBRN,Biak: Perhelatan PON XX Papua masih berlangsung hingga 15 Oktober 2021 di empat kluster penyelenggra yaitu di Kabupaten Jayapura,Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Selain berbagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingan,hal menarik untuk dilihat dan dikunjungi yakni keberadaan pelaku UMKM pada beberapa vanue yang mempromosikan hasil produksi baik asesoris hingga makanan dan minuman.

Pandangan saya tertuju ke salah satu stand UMKP yang cukup ramai dipadati pengunjung di areal luar Stadion Lukas Enembe,berupa panganan dalam kemasan dengan tulisan "ikan asin Lohan"

"Saya beli dua bungkus ya Mama,yang rasa original saja,"kata salah satu pembeli yang mengenakan kaos bertuliskan JATIM.

Sayapun penasaran dengan produk ikan asin Lohan itu karena mengangkat nama yang mirip dengan salah satu jenis ikan hias yang terkenal dan kerap dijual dengan harga yang mahal,ikan Louhan.

Mama Nonce Asabo (49 tahun) asal Sentani, menceritakan usaha yang dirintis bersama tiga temannya itu,hanya iseng-iseng dengan membeli ikan lohan di pasar Sentani kemudian dibersihkan, diberi bumbu dan direndam satu malam lalu besok pagi dijemur selama dua hari tergantung cuaca. Ikan asin itu dibumbu dengan bumbu sederhana berupa garam,jeruk nipis dan penyedap rasa.

"Ikan lohan dari danau Sentani ini kecil-kecil ukurannya dan mudah didapat,dijual pertumpuk dan kita beli kemudian diolah,tidak susah kok,"kata Mama.

Hasil iseng dengan membuat ikan asin Lohan itu untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan ke tetangga,ternyata permintaan terus bertambah untuk dijadikan oleh-oleh.

"Permintaan ikan Lohan danau ini semakin meningkatkan sehingga selain saya membeli di pasar lama ,saya langsung memesan ke orang pulau sehingga persediaan cukup untuk mengakomodir permintaan,"tuturnya.

"Saya bersyukur karena UMKM saya ini terdaftar di Disperindag dan masuk di 100 pelaku UMKM di Kabupaten Jayapura dalam mendukung Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua,dan kami juga mendapat bantuan Rp 5 juta per UMKM. Setiap hari kami harus melaporkan hasil penjualan produksi," ungkapnya.

Mama Nonce menambahkan oleh-oleh ikan asin Lohan yang dijual di stand UMKM seharga Rp30.000 per kemasan dan setiap hari bisa terjual berkisar 7 hingga 10 kemasan dengan varian rasa yang original dan pedas.

"Puji Tuhan dengan adanya PON mampu mengangkat produksi hasil pra pelaku UMKPM di Papua dan ikan asin Lohan ini diawal masih minim peminat tapi setelah beberapa hari ini sudah banyak peminat ,"pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00