Pameran Pembangunan UMKM  Bagian dari Semarak HUT ke-77 Kemerdekaan RI

Bupati Herry Ario Naap buka resmi pameran pembangunan UMKM Biak

KBRN, Biak. Bupati Kabupaten Biak Numfor Papua, Herry Ario Naap, S, Si. M.Pd, Selasa, (9/8/2022) membuka secara resmih  pameran pembangunan dan UMKM,  serta pesta rakyat yang didedikasikan untuk hari masyarakat adat Internasional se-Dunia, sekaligus menyongsong hari ulang tahun ke-77  kemerdekaan Republik Indonesia tanggal (17/8/2022), ditandai penabuhan 6.400 tifa / bertempat di Hanggar Cenderawasih Lanud Manuhua Biak.

Bupati Herry Ario Naap, dalam sambutanya atas nama pimpinan dan segenap anggota DPRD,  serta Forkopimda beserta jajaran,  menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor , yang mendukung penuh, rangkaian kegiatan mewarnai HUT ke-77 RI, sehingga dapat berjalan lancar aman dan sukses.

“Dikatakan  momentum pameran pembangunan dan UMKM,  serta pesta rakyat yang kita laksanakan hendaknya menjadi penyemangat bagi kita seluruh masyarakat Biak Numfor, untuk bergandengan tangan, membantu pemerintah,  mengisi pembangunan di daerah kedepan lebih maju, melalui hal -hal positif, terutama melestarikan budaya lokal, agar dikenal secara luas,  sekaligus mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.” Demikian bupati Herry Ario Naap.

Menurut  Bupati Herry Ario Naap, pencapaian rekor dunia Muri dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas penabuhan 6.400 tifa di Kabupaten Biak Numfor,  bukan merupakan usaha dan kerja keras Bupati dan Wakil Bupati,  beserta pimpinan OPD dan staf, namun berkat usaha dan kerja keras seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor.  Orang nomor satu di Kabupaten Biak Numfor ini,  komitmen parade penabuhan tifa akan dilakukan rutin setiap tahun dan diupayakan peserta lebih banyak lagi.

Direktur Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia, Yusuf Ngadri dalam penyerahan penghargaan rekor Dunia muri penabuhan 6.400 tifa kepada bupati Biak Numfor,  mengatakan / parade word dan penabuhan tifa / merupakan upacara adat,  untuk memohon, mengundang dan meminta perlindungan dari Tuhan semesta, agar menjaga dan memelihara seluruh masyarakat  yang mendiami Pulau Bia,  untuk terus berkaya memajukan daerah, demi terwujudnya masyarakat sejahtera.

“Tifa merupakan karya budaya yang telah bertransformasi menjadi symbol jati diri,  pemberi identitas dan memperkuat relasi sosial masyarakat Papua,  yang terbuat dari kayu,  merupakan hasil karya seni yang ekspresif, dan kita gunakan mengiringi nyanyian dan tari, serta proses ritwal yang sakral” ungkapnya.

Pembukaan pameran pembangunan dan UMKM,  serta pesta rakyat, berlangsung 7 hari,  didedikasikan untuk hari masyarakat adat internasional se-Dunia,  sekaligus menyongsong hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tanggal (17/8/2022)  diawali pelepasan ribuan peserta penabuhan tifa dari berbagai kalangan masyarakat dan pelajar, tempat star lapangan cenderawasih Biak dan finis di Hanggar Cenderawasih Lanud Manuhua Biak.         

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar