Sejumlah Satuan Pendidikan Di Kabupaten Supiori Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Kadis Pendidikan Supiori , dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

KBRN, Biak. Sejumlah satuan pendidikan, mulai tingkat PAUD hingg SMP di Kabupaten Supiori Papua,  tahun 2022 ini, telah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, dengan memberikan keleluasan bagi peserta didik,  untuk berpikir lebih kreatif serta mendalami konsep dan menguatkan potensi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Rafles Ngilamele,S.Pd.M.Si, menyampaikan penghargaan kepada Kepala SD YPK Hosana Yendoker kabupaten Supiori , beserta dewan guru, siswa dan orang tua yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar melalui projek profil penguatan belajar pancasila, dengan thema kreatifitas local, paya memastikan anak didik lebih mengenal dan mendaptkan potensi terbaik di lingkungan  untuk dikembangkan menjadi kekuatan besar bagi bangsa dan Negara.

“Untuk meningkatkan mutu pendidikan, tidak mengharuskan peserta didik  mencontohi dari luar, namun pendidikan dibangun diawali dari kampung melalui budaya lokal  dan kita  sesuaikan versi terbaik untuk anak yang sedang digapai” katanya .

Kadis Pendidikan, Rafles Ngilamele, pastikan dalam tahun ajaran baru 2022/2023 seluruh satuan pendidikan, mulai tingkat PAUD hingga SMP, dapat menerapkan kurikulum merdeka belajar karena lebih fleksibel.

“Sekolah yang luar biasa bangkit dan mau berubah mengikuti perubahan zaman dan juga mau menempel dan mengikuti lingkungan untuk dia buktikan dengan bisa menggelar karya projek profil penguatan pelajar pacasila untuk anak-anak kita kedepan” pungkasnya.       

Menurut Rafles Ngilamele, satuan pendidikan lainnya terutama yang telah mengikuti gerakan program sekolah penggerak dan program sekolah menyenangkan, hendaknya meniru  kegiatan yang telah dilakukan SD YPK Hosana Yendoker kabupaten Supiori, , sehingga peserta didik secara aktif mengeksplorasi isu – isu aktual, sesuai kemampuan yang dimiliki.    

Ia komitmen, dalam tahun ajaran ini, melaksanakan kegiatan pameran selain untuk menampilkan karya anak didik dari seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Supiori . juga dipromosi agar diketahui secara luas.

“Tema kearifan lokal yang diusung oleh SD YPKdalam gelar karya projek profil pengumatan pelajar pancasila ini, kita mengingatkan kembali bahwa orang tua kita dulu memasak pakai kayu bakar , sehingga  saya harapkan untuk menjadi motivasi bagi anak-anak kita sekolah” tuturnya .

Dia juga minta para kepala sekolah beserta dewan guru di masing – masing satuan pendidikan, agar lebih inofatif dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar sehingga berjalan lancar dan sukses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Supiori.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar