Angka Stunting Di Kabupaten Biak Numfor Capai 34 Persen Di Tahun 2022

Plt Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud Duwiri

KBRN,Biak.Dinas Kesehatan bersama  DP3AKB dan BAPPEDA Kabupaten Biak Numfor laksanakan kegiatan Rembuk Stunting dengan tujuan komitmen bersama dalam penaganan atau mencegah maupun menurunkan angka Stunting di Kabupaten Biak Numfor, Kegiatan berlangsung di Swisbell Hotel Biak, Rabu, (29/6/2022).

Pelaksana Tugas  (Plt) Kepala Dinas Kesehatan  kabupaten Biak Numfor Papua , Daud Duwiri, mengharapkan dengan upaya penanganan yang ada maka tidak ada lagi terjadi Stunting di Kabupaten Biak Numfor.

“Semua yang terlibat dalam penanganan stunting untuk komitmen apa yang kami akan lakukan  untuk mencegah stanting di kabupaten  Biak Numfor ."katanya.

Dikatakan Daud Duwiri, tahun 2022 berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Biak Numfor, ada  sepuluh kampung  atau sepuluh lokus, diantaranya delapan  lokus berada di distrik Biak Timur , satu lokus di distrik Andey dan satu lokus  di Numfor Timur .

“ Tahun ini  Kami berupaya untuk bagaimana cara  mencegah atau menurunkan angka stunting  di Biak Numfor , yang mana stanting ini salah satu penyebab menghambat pertumbuhan  pada anak , juga menjadi penyebab tinggi badan anak terhambat , sehingga lebih rendah  dibandingkan anak-anak seusianya “ pungkasnya .

Menurut Kadinkes, Untuk mencegah terjadinya stunting haruslah dilakukan dari berbagai sector, bekerja sama dengan stake holder terkait dan semua yang terlibat dalam upaya penanganan Stunting.

“Untuk mencegah terjadinya  stunting  bukan pada saat hari ini dihilir , tapi seharusnya  dari hulu . Sekarang kami intervensi stunting  yang dilakukan di Dinkes kami memulai  tetapi juga bekerjasama dengan stekholder lain dari Dinas Pendidikan , pertanian perikanan dan juga stekholder lainnya” ungkapnya  

Dijelaskan bahwa komitmen dari Rembuk stunting ini semua akan dilaksanakan setelah adanya regulasi atau Peraturan Bupati.

Berdasarkan data Dinas Kesehata Biak Numfor , angka Stunting di kabupaten Biak Numfor , sebanyak  34% , dan diperkirakan menurun 14% pada 2024. Sementara  Lokus di distrik Biak Timur , dari data pengukuran tumbuh kembang balita secara teknis dilakukan oleh tim gizi Dinkes  dan Puskesmas di kabupaten Biak Numfor  , di kampung  Woniki  terdapat 12 kasus  pada balita , dan satu kasus lainnya  di desa Wasori mengalami  Prevalensi gizi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar