PLN Peduli berdayakan pemuda Papua lewat 4 program .

KBRN,Biak -  PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku Papua menyalurkan bantuan pemberdayaan berupa empat program kepada para pemuda Papua dengan total nilai Rp320 juta dalam bingkai PLN Peduli, Senin (26/04). Empat program tersebut yakni Pendirian Bank Sampah di Skouw Mabo, Peternakan Ayam Petelur bagi perempuan di Arso VIII, Pengolahan Pinang di Koya Tengah, dan Pengembangan Topi Khas Papua di Kampung Harapan,Senin ( 26/4 2021 )

Penyerahan dana program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dilakukan secara simbolis oleh Achmad Ismail selaku Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Maluku Papua. “PLN terus menjaga komitmen untuk menjalankan program yang bersifat berkelanjutan. Meskipun biasanya program ini tidak bisa tumbuh dan berbuah dalam tempo yang singkat, namun ketika berbuah manfaatnya bisa bertahan lama dan dirasakan oleh banyak orang. Untuk itu kami mengandalkan kaum muda Papua yang notabene memiliki semangat dan kegigihan yang tinggi agar dapat mengelola program-program ini secara konsisten,” ungkap Ismail.

Melalui program TJSL ini, PLN memberikan program pelatihan, pemberian sarana dan prasarana, serta pendampingan hingga kelompok tersebut dapat mandiri mengembangkan usahanya masing-masing. Elia Musa Rawar, selaku pendamping empat kelompok pemuda tersebut, menyatakan impiannya untuk mewujudkan pemuda asli Papua yang berdaya mengoptimalkan potensi alam dan budaya dengan mengedepankan konsep ekonomi sirkular.

“Sewaktu saya mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, saya memperhatikan sistem di sana berjalan dengan sangat baik. Saya ingin hal itu bisa kita mulai dari Jayapura, namun sebelumnya para pemuda perlu berdaya agar keinginan itu dapat tercapai,” jelas Elmus, sapaan akrab Elia Musa Rawar.

Sementara itu, ketua kelompok pengolahan pinang di Koya Tengah, Briggita Debora Hisage, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian PLN Peduli terhadap kaum perempuan. “Perempuan Papua harus maju, kami berharap dapat mengembangkan bisnis pinang yang umumnya dikelola oleh perempuan agar mempunyai nilai tambah. Biasanya satu pohon bisa menghasilkan banyak pinang, tapi itu hanya dihargai 20 sampai 30 ribu. Sehingga perlu ada inisiatif agar para petani pinang mempunyai pilihan alternatif, yakni dengan menguasai keahlian membuat produk turunan pinang,” papar Briggita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00