Warga Biak Keluhkan Aturan Pemerintah Penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi Saat Membeli Minyak Goreng Curah.

Pedagang minyak goreng di pasar tradisonal Biak

KBRN, Biak. sejumlah ibu rumah tangga ditemui di pasar tardisional di Kabupaten Biak Numfor Papua, Selasa, (28/6/2022)  keluhkan adanya aturan pembelian minyak goreng curah dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi atau menunjukkan nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Saya selaku konsumen sangat tidak setuju adanya aturan pemerintah  yang  diwajibkan menggunakan aplikasi peduli lindungi, karena tidak semuanya  masyarakat kita di Biak ini memiliki HP, jadi kalau tidak punya HP berarti kita tidak bisa  membeli minyak goreng curah, padahal kita kan tidak semua orang punya  mamampuan dari segi ekonimi , Jadi kita maunya tidak usah pake aturan segala yang makin merepotkan " keluh ibu Nur .

"Kalu buat saya setuju, setuju saja, tetapi ada masyarakat  yang belum terbiasa menggunakan Hp , apalagi  aplikasi yang belum diketahui sama sekali, belum lagi mama-mama yang tua, itu kan kasian, jadi kalau bisa pemerintah  cari solusi yang terbaik yang tidak membebani masyarakar  banyak"  demikian ibu Tati .

Aturan tersebut mulai disosialisasikan pemerintah pada (27/6/2022),  hingga selama dua pekan ke depan kepada masyarakat.

Namun aturan itu,  juga dikeluhkan salah satu  penjual minyak goreng curah  di kabupaten Biak Numfor, Mama Butet,  yang menilai aturan tersebut terlambat, setelah minyak goreng curah yang ada telah habis terjual.  Meski demikian jika ada pasokan minyak curah lagi, diharapkan  harus disoslisasikan terlebih dahulu ,  sebelum dipasarkan ke masyarakat.

"Jadi selama ini pembeli bebas karena kami penjual belum tahu kalau ada aturan baru dari pemerintah , dan selama ini banyak  sekali masyarakat pembeli minyak goreng curah, karena harganya terjangkau oleh masyarakat , kisaran Rp 17.000  per liter . Nah sekarang stok minyak goreng curah di tingkat pengecer sudah habis dijual ". pungkasnya .

Minyak goreng curah selama ini dijual dengan harga Rp 17.000,  per liter, di beberapa pedagang yang    tersebar di kabupaten Biak Numfor  dan terbatas. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar