Pengangguran Masih Tinggi, Lulusan Baru Hadapi Sulitnya Dunia Kerja
- 06 Mei 2026 15:30 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, — Tingginya angka pengangguran masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Kondisi ini semakin dirasakan oleh para lulusan baru yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun telah memiliki ijazah pendidikan yang memadai.
Di Provinsi Bengkulu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,24 persen pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan pengangguran masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian, meskipun relatif lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain.
Salah seorang warga pencari kerja, Zandri mengatakan bahwa telah berulang kali mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, namun belum juga mendapatkan panggilan. Minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia membuat persaingan semakin ketat, terutama di kalangan anak muda.
“Sudah banyak lamaran yang saya kirim, tapi sampai sekarang belum ada panggilan kerja. Persaingannya memang sangat ketat dengan berbagai syarat yang harus di penuhi” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bengkulu, Dr. H. Syarifudin M.Si, menyebut bahwa tingginya angka pengangguran dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat persaingan kerja semakin ketat, terutama bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman.
Menurutnya, banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu, sementara sebagian pencari kerja belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
"Permasalahan utama bukan hanya jumlah lapangan kerja, tetapi juga kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi langkah penting agar tenaga kerja lebih siap bersaing" Ujarnya.
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Disnakertrans Provinsi Bengkulu menyelenggarakan program magang melalui skema Magang HUB Kemnaker untuk meningkatkan kompetensi lulusan baru tingkat D1 hingga S1 serta pencari kerja lokal. Program tahun 2025/2026 ini bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga, serta memberikan uang saku bagi peserta.
Program magang tersebut difokuskan pada pengembangan keahlian di bidang digital, agroindustri, dan UMKM. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform SIAPKerja Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja. (Reyhan).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....