DPRD Provinsi Bengkulu Ingatkan Satgas Tetap Pantau KBM Tatap Muka

KBRN, Bengkulu : Dengan telah dimulainya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah-sekolah, Satuan Tugas (Satgas) Penindakan dan Pencegahan Covid-19 tetap di minta untuk memantau terus penerapan protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan di sekolah-sekolah.

Hal itu bertujuan agar pelaksanaan KBM, tidak menjadi tempat penyebaran Covid 19.

Pernyataan itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi, Gunadi Yunir, ketika menyikapi pentingnya pengawasan proses KBM tatap muka di sekolah-sekolah di Bengkulu.

“Meski secara kelembagaan belum melakukan pemantauan, namun secara pribadi sudah ke beberapa sekolah yang sudah menggelar KBM tatap muka. Dari hasil pemantauan itu, penerapan prokes sudah diberlakukan, seperti menyiapkan cuci tangan, menjaga jarak dan juga selalu memakai masker. Tapi itu tetap perlu di pantau secara rutin oleh Satgas Penanggulangan Covid 19,” kata Gunadi pada Selasa, (2/3/2021).

Politisi PPP ini menyebtukan, KBM tatap muka sebenarnya memang langkah yang sudah tepat, dengan catatan tetap menerapkan Prokes. Mengingat kualitas pendidikan yang di dapatkan oleh para siswa, jauh akan lebih baik jika dibandingkan dengan dilakukan secara daring.

"Kita sangat prihatin jika sekolah terus dilakukan secara daring, sebab akan banyak dampak negatifnya, bisa saja mereka di rumah lebih sering bermain game dari pada belajar. Untuk itu sekolah dengan tetap penerapan prokes ketat,” terang Gunadi.

Lebih lanjut ditambahkan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur ini, kendati saat ini Ujian Nasional (UN) telah ditiadakan, namun kegiatan KBM tetap harus lebih diprioritaskan untuk kelas tiga, lantaran mereka sudah 100 persen melaksanakan KBM tatap muka.

Sedangkan untuk kelas satu dan dua, masih di angka 50 persen. Oleh karena itu bagi kelas 3 dalam kelulusan nanti, diserahkan kepada pihak sekolah mengaturnya, melalui assesmen.

"Kita harapkan agar anak didik yang akan segera lulus, proses belajarnya lebih intens, namun tetap dengan prokes ketat," tukas Gunadi.

Sementara dari update data perkembangan kasus Covid 19 di Provinsi Bengkulu hingga pukul 15.00 WIB, kasus konfirmasi positif mengalami penambahan sebanyak 13 kasus, sehingga total jumlahnya sampai saat ini 4.947 kasus.

Lalu kasus sembuh, belum ada penambahan lagi dengan jumlah sekarang sebanyak 4.590 orang. Kemudian kasus meninggal sebanyak 145 orang dan konfirmasi aktif saat ini ada sebanyak 212 kasus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00