Dua Kabupaten di Bengkulu Siap Terapkan Program Sekolah Penggerak

KBRN, Bengkulu : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah resmi meluncurkan Program Sekolah Penggerak, untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas di setiap daerah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran, menyatakan, Bengkulu sudah siap melaksanakan Program Sekolah Penggerak seperti provinsi-provinsi lain. Bahkan, Bengkulu sudah menyiapkan dua kabupaten sebagai percontohan, untuk kabupaten dan kota se provinsi Bengkulu ke depan.

"Untuk Bengkulu, diawali dengan dua kabupaten yaitu, Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong. Selanjutnya kabupaten/kota lain akan mengikuti. Kemudian, sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), sekolah penggerak akan langsung diterapkan pada tahun ajaran 2021 ini. Semoga pelaksanaan nya dapat berlangsung lancar," terang Supran pada Selasa, (2/2/2021).

Supran menjelaskan, bahwa program sekolah penggerak adalah, langkah yang patut diapresiasi. Mengingat langkah itu upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan Indonesia lebih bagus dan merata, untuk setiap daerah yang ada di Indonesia.

"Seluruh provinsi sudah berkomitmen melaksanakan program sekolah penggerak ini, agar mutu serta kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat," pungkas Supran. Sementara untuk diketahui, Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia, dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Bahkan Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic, yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Selain itu Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, dan ditargetkan pada tahun 2021 akan ada 2.500 sekolah penggerak. Selanjutnya pada tahun 2022 akan ada 10 ribu sekolah penggerak, dan di tahun ketiga ditargetkan akan ada 30 ribu sekolah penggerak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00