Proses Belajar Tatap Muka Langsung di Bengkulu Segera Dimulai

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini sedang mengkaji agar pelaksanaan belajar tatap muka langsung di SMA/SMK/SLB sederajat dalam wilayah Provinsi Bengkulu, bisa di mulai kembali.

“Dalam satu atau dua hari ini, bagaimana anak-anak didik di sekolah sudah bisa kembali bersekolah lagi. Saya juga sudah memerintahkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi untuk mengkaji teknisnya bersama pihak terkait,” ungkap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dalam keterangannya di Gedung Balai Raya Semarak Bengkulu.

Menurut Gubernur Bengkulu, pentingnya kajian untuk rencana pembelajaran tatap muka langsung di sekolah itu, karena wabah pandemi Covid 19 ini masih ada.

Oleh karena itu, Gubernur mengingatkan, jika proses belajar tatap muka secara langsung telah di mulai, harus tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Termasuk juga mengatur pembagian jumlah siswa yang masuk ke sekolah.

Misalnya, dalam dua hari sekali untuk siswa yang masuk ke sekolah berbeda-beda.

“Untuk pengaturan jumlah siswa yang masuk itu, jangan seluruhnya masuk, karena akan ramai. Tapi bisa di bagi-bagi berdasarkan kelasnya atau sepertiga dari kapasitas sekolah,” kata Rohidin pada Rabu, (20/1/2021).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Eri Yulian menyatakan, pihaknya akan mencari formulasi yang tepat untuk proses pembelajaran tatap muka langsung bagi anak didik di wilayah Bengkulu ini. Bahkan pihaknya akan mempertanyakan kepada pihak sekolah, tentang kesiapannya menghadapi pelaksanaan belajar tatap muka langsung.

“Meski hampir seluruh sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota sudah siap, dan malahan juga telah ada yang memulai proses belajar tatap muka langsung, seperti di Kabupaten Bengkulu Utara, namun kesiapan itu masih perlu dilakukan cek dan ricek ulang ke lapangan dulu. Makanya, kita (Dikbud,red) akan bahas dulu bersama pihak terkait, diantaranya, satgas Covid 19. Setelah itu baru diputuskan nantinya,” pungkas Eri Yulian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00