Alokasi BOS Bengkulu Turun Menjadi Rp 420 Milyar

BENGKULU, KBRN: Kepala Kantor Perwakilan Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu Ismed Saputra mengungkapkan, alokasi dana bantuan operasional sekolah atau BOS tahun anggaran 2021 bagi Bengkulu menurun dibanding tahun lalu. Jika di tahun 2020 dianggarkan Rp 464 milyar lebih, tahun ini hanya Rp 421 milyar lebih.

Ismed mengatakan, alokasi dana BOS tahun lalu terdiri dari tiga pos, yakni BOS afirmasi, BOS kinerja dan BOS reguler. Sementara untuk tahun ini, apakah bakal ada penyesuaian atau tidak, ia belum bisa memastikan.

Dikatakan Ismed, realisasi dana BOS tahun lalu memang mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19. Keterlambatan itu bahkan disikapi pemerintah daerah dengan menyurati dinas pendidikan kabupaten/kota agar segera merealisasikannya.

Kendala di sekolah, lanjut Ismed, adalah terkait belanja BOS yang disesuaikan dengan kondisi Covid-19 serta keterlambatan sekolah dalam menyampaikan laporan meskipun dana BOS nya sudah disalurkan.

Hasilnya, hingga per 31 Desember 2020, total dana BOS Provinsi Bengkulu yang tersalurkan mencapai 96,3 persen. Sementara yang dicairkan hanya mencapai 73 persen atau sekitar Rp 326 milyar lebih.

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Kepahiang menjadi daerah dengan serapan BOS tertinggi, yakni 86 persen atau sekitar 23 milyar lebih dari alokasi sekitar Rp 27 milyar lebih. Serapan di atas 80 persen juga dibukukan Kota Bengkulu, yakni 83,2 persen atau mencapai Rp 69 milyar lebih dari alokasi yang disalurkan Rp 83 milyar lebih. 

Adapun daerah dengan serapan terendah adalah Kaur, yakni sebesar 63,4 persen atau 20 milyar lebih dari alokasi yang disalurkan 31 milyar lebih. Dan Mukomuko sebesar 64, 4 persen atau

hanya 27 milyar lebih dari alokasi 42 milyar lebih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00