Belajar Tatap Muka, Legislator Ingatkan Unsur Kesehatan dan Keselamatan

KBRN, Bengkulu : Dengan telah mulainya sebagian sekolah di Provinsi Bengkulu yang tidak lagi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui sistem dalam jaringan (daring), diingatkan agar selalu mengutamakan unsur kesehatan dan keamanan, serta bisa berjalan efektif.

Mengingat untuk vaksin Covid 19 sendiri juga belum diketahui, sudah ada atau belumnya.

“Faktor kesehatan dan keamanan di maksud, penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) di sekolah, seperti, selalu memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer dan pengaturan jarak, khususnya tempat duduk,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati, ketika menyikapi telah adanya sejumlah sekolah khususnya SMA/SMK dan sekolah swasta, menerapkan sistem belajar tatap muka langsung.

Menurut Dewi, pentingnya memperhatikan unsur kesehatan dan keselamatan dalam sistem belajar mengatar tatap muka langsung di tengah pandemi ini, agar penyebaran Covid 19 tidak sampai terjadi, sehingga sampai menciptakan klaster baru nantinya. Apalagi perkembangan kasus konfirmasi positif di Provinsi Bengkulu sampai saat ini, masih berfluktuatif.

Makanya dalam pengaturan jarak tempat duduk, politisi perempuan PAN ini meminta, agar jajaran pendidik di sekolah, dapat mengatur dengan mempertimbangkan rasio jumlah peserta didik, dan juga jam pelajarannya tidak boleh lebih dari 2 jam, karena berada dalam ruangan tertutup.

“Tidak dipungkiri memang proses belajar tatap muka ini penting, karena pembelajaran itu bukan transfer ilmu, tapi pendidikan itu bagaimana mengajarkan dengan harus dicontohkan, terutama pada sekolah kejuruan. Tidak bagus memang, pelajaran praktek yang hanya dicontohkan saja tanpa ada praktek langsung. Jadi silakan pihak sekolah mengatur dengan tetap memperhatikan unsur kesehatan dan keselamatan anak didiknya,” ujarnya pada Kamis, (29/10/2020).

Lebih lanjut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini menambahkan, berbicara soal adanya vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat termasuk peserta didik, mau tidak mau pemerintah harus memastikan dahulu aman, dengan melakukan uji coba beberapa kali.

Artinya, vaksin Covid 19 yang di sebut-sebut mulai diluncurkan awal tahun depan oleh Pemerintah, tidak bisa langsung disuntikan kepada generasi penerus bangsa ini.

“Kami dari legislatif juga belum tahu soal vaksin ini. Tapi informasinya masih tahap uji coba dulu. Silakan saja, karena adanya vaksin nanti harus benar-benar aman untuk anak-anak dan tidak sampai terpapar Covid 19 lagi,” demikian Dewi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00