Delapan Kabupaten di Bengkulu Segera Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

KBRN, Bengkulu : Satuan pendidikan yang ada di 8 kabupaten dalam wilayah Provinsi Bengkulu akan segera melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka langsung.

Hal itu diungkapkan Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, usai mengikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara virtual, pada Rabu (2/9/2020).

“Terkait rencana itu, Mendikbud dan Mendagri menyampaikan bahwa sekolah atau satuan pendidikan di daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau dan kuning, sudah dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, seperti biasa dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan,” ujar Hamka.

Hamka mengakui, saat ini ada tiga kabupaten yang dinyatakan sebagai zona hijau, yaitu Kabupaten Mukomuko, Lebong dan Kabupaten Kaur.

Sedangkan untuk zona kuning terdiri, dari lima kabupaten, meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Bengkulu Selatan.

“Untuk Kota Bengkulu masih dalam zona merah, dan Kabupaten Seluma di zona orange. Jadi kedua wilayah ini, belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, sehingga kegiatan belajar-mengajarnya masih dilakukan secara daring,” jelas Hamka.

Untuk diketahui, kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dibuat oleh empat Menteri yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, serta Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. dalam menyikapi situasi di era tatanan kehidupan baru, khususnya bagi penyelenggaraan pembelajaran.

Keputusan tersebut tertuang di dalam surat Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.0 1 /Menkes I 363 I 2020, Nomor 440-842 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pandemi Covid-19 masih mewabah di Indonesia, namun pemerintah sudah menerapkan new normal untuk mengembalikan aktivitas masyarakat, begitu juga dengan sistem pembelajaran di Indonesia. Beberapa wilayah sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan panduan protokol kesehatan,” kata Nadiem dalam keterangannya via virtual.

Mendikbud memaparkan, hal yang harus diperhatikan saat memulai pembelajaran tatap muka, adalah melakukan pengaturan tata letak ruangan dengan memperhatikan jarak antar siswa pada saat duduk dan berdiri, atau pun mengantre dengan jarak minimal 1,5 meter.

Termasuk di antaranya memberikan tanda jaga jarak an pada area ruang kelas, kantin, tempat ibadah, lokasi antar/jemput dan sebagainya.

Lalu satuan pendidikan juga harus memastikan kecukupan ruang terbuka dan saluran udara untuk memastikan sirkulasi yang baik.

“Sedangkan pembelajaran praktik untuk siswa SMK/MAK pada zona oranye dan merah, sedapat mungkin dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh, namun apabila diperlukan, pembelajaran praktik di laboratorium, studio, bengkel, dan tempat pembelajaran praktik lainnya diperbolehkan dengan wajib menerapkan protokol kesehatan,” demikian Nadiem.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00