Guru dan Peserta Didik Terima Bantuan Pulsa, PJJ Bisa Berjalan Lebih Baik

KBRN, Bengkulu : Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengalokasikan dana program organisasi penggerak (POP) berupa bantuan pulsa untuk tenaga pendidik guru dan peserta didik, dalam melaksanakan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati di Bengkulum menyatakan, dengan disediakan dana program POP berupa bantuan pulsa kepada untuk guru dan peserta didik, sesuai hasil rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, agar proses PJJ yang hingga kini masih berlangsung, bisa lebih baik lagi.

Apalagi politisi perempuan PAN ini menyebutkan, untuk proses PJJ ini diperkirakan masih berjalan hingga Desember 2020, atau sampai vaksin Covid-19 dikeluarkan Pemerintah dan diumumkannya proses belajar mengajar tatap muka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

“Untuk besaran guru dan peserta didik mendapatkan bantuan pulsa, diserahkan sepenuhnya kepada Kemendikbud, karena alokasi anggarannya sudah disediakan totalnya mencapai Rp. 9 triliun. Tapi yang jelas nanti, nomor handphone baik tenaga dan peserta didik akan masuk dalam data pokok pendidikan (dakodik), nanti pulsa akan ditransferkan,” kata Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkuliu ini pada Jumat, (27/8/2020).

Sementara untuk diketahui, selain dana POP, Kemendikbud memastikan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa dialihkan untuk pembiayaan kuota internet, untuk guru dan peserta didik.

Hanya saja, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut, merupakan kebijakan yang diambil guna merespons situasi pandemi Covid-19 yang masih terus melanda wilayah di negeri ini.

“Dana BOS memang yang nilainya tidak seberapa itu, memang tidak cukup untuk memberikan subsidi bagi proses belajar di tengah pandemi ini. Makanya kita apresiasi kebijakan Kemendikbud yang membuat program POP dan BOS Afimasi untuk daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) dalam sektor pendidikan,” demikian Dewi Coryati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00