SD IT Al-Marjan Bengkulu Terapkan Pembelajaran Study Club

KBRN, Bengkulu : Belajar dari rumah di tengah pandemi Covid-19, secara tidak langsung telah menimbulkan kesulitan bagi para siswa dan orang tua/ wali murid.

Mengatasi kesulitan tersebut, Sekolah Dasar (SD) IT Al-Marjan Kota Bengkulu yang berada di bawah Yayasan Ash-Shaff, menerapkan proses belajar mengajar study club atau kelompok belajar tatap muka langsung di rumah orang tua/ wali murid.

“Proses belajar mengajar di ruang terbuka, seperti, di teras rumah salah seorang orang tua/wali murid dan gazebo ini, dilakukan semata-mata untuk membantu sekaligus mendampingi anak-anak dalam belajar. Mengingat tidak semua orang tua/wali murid, bisa mendampingi anak-anaknya belajar, dan paham terhadap materi pelajaran di sekolah. Bahkan dari evaluasi kita, ada orang tua terkendala handpone dan jaringan, kuota internet, orang tua sibuk bekerja serta tugas-tugas yang diberikan banyak dikerjakan orang tua murid,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Kurikilum SD IT Al-Marjan Bengkulu, Alsita, didampingi Wali Kelas 5, RA Neli Rahmi kepada new.rri.co.id.

Menurut Neli, pelaksanaan study club yang di mulai pihaknya sejak 18 Juli 2020 lalu, dan belum diketahui kapan akan berakhirnya, diikuti oleh 35 orang murid berasal dari kelas 3 dan 5.

Belum lagi, wabah pandemi Covid 19 ini diakui, juga belum berakhir, sehingga pihaknya ingin mempelopori proses belajar mengajar yang mata pelajarannya sama dengan di sekolah, dan hanya jam pelajarannya dikurangi bisa diikuti sekolah swasta lainnya di Bengkulu.

Apalagi dalam pelaksanaan study club ini, juga tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, berupa mewajibkan anak-anak didik memakai masker, mencuci tangan, mengatur jarak, dan membawa bekal masing-masing.

“Untuk belajar mengajar murid yang lainnya, karena total jumlah murid kami (SD IT Al-Marjan,red) sebanyak 138 orang, selain ada yang belajar di rumah guru, wali murid, dan juga ada secara dalam jaringan (daring) melalui group whatshap orang tua masing-masing,” terang Neli.

Sementara itu, salah seorang murid kelas 5, Muhammad Zazio Defra Pratama mengaku, sangat senang mengikuti belajar mengajar tatap muka secara langsung dengan para guru dan teman-teman. Apalagi pemilihan lokasi tempat belajar, sangat mendukung untuk belajar mengajar.

“Senang om, karena bisa bertemu dengan teman-teman, guru, umi kami, karena belajar di rumah hanya sendiri, dan belajar secara online juga kurang penjelasan, sehingga tidak bisa bertanya lagi dengan guru,” katanya dengan nada polosnya.

Di bagian lain, salah seorang wali murid siswa SD IT Al-Marjan Bengkulu, Tini juga menyampaikan senang dengan proses belajar dalam bentuk study club ini, karena anak-anak bisa tatap muka secara langsung dengan para gurunya, sehingga tidak merasa bosan dalam belajar.

Apalagi jika belajar secara daring, anak-anak cendrung lebih malas, sebab kebanyakan orang tuanya yang ikut belajar.

“Mau-nya saya anak-anak kembali belajar di sekolah seperti sebelum-nya, karena anak-anak juga sudah sangat rindu dengan kelas dan gurunya. Belum lagi belajar secara daring, juga kasian sama orang tua yang harus bisa membagi waktu di rumah, dan anak lebih cendrung malas, serta lebih banyak bermain, menonton dan lain sebagainya,” tutup orang tua dari Fatir Rizki Pratama yang duduk di kelas 5 SD IT Al-Marjan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00