KBM Tatap Muka Dimulai, Pandemi Covid 19 Perlu Diwaspadai

Waka II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto

KBRN, Bengkulu : Meski adanya Surat Edaran (SE) untuk sementara waktu melakukan secara daring, namun masih ada sejumlah sekolah baik SD hingga tingkat SMA sederajat yang telah memulai aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka langsung pada Senin (13/7/2020), sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru, agar tidak perlu ada yang dicemaskan. 

Mengingat kendati ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid 19), bukan untuk ditakuti, tapi perlu diwaspadai saja.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto, ketika menyikapi sejumlah sekolah yang memulai aktifitas KBM di sekolah di wilayah Bengkulu. 

"Saya dari legislatif memberikan apresiasi dimulainya aktifitas KBM di sekolah, tapi tetap menerapkankan protokol kesehatan sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid 19," kata Suharto.

Menurut politisi Gerindra ini, sebagai wujud dukungan lembaga legislatif dalam penanganan dan penanggulangan Covid 19 di Bengkulu dengan telah menyetujui anggaran dana APBD Provinsi cukup besar, yakni mencapai Rp. 30,8 milyar. 

Oleh karena itu pihak legislatif menyarankan sekaligus menyerukan semua masyarakat untuk mewaspadai virus ini saja, dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. 

"Jika kita semua sudah takut dalam beraktifitas, maka akan selalu was-was. Tapi menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid 19, seperti menggunakan masker, sesering mungkin memcuci tangan menggumakan aur dan sabun atau handsanitizer serta mengatur jarak," imbuh Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu ini. 

Lebih lanjut ia juga mengajak sekaligus menghimbau, seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatannya, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. 

"Saya yakin jika semua masyarakat sadar dengan selalu menerapkan protokol kesehatan akan terhindar dari wabah ini. Begitu juga di sekolah," jelasnya. 

Ditanya usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Covid 19 Provinsi Bengkulu, Suharto menambahkan, pihak legislatif masih melihat keadaan. Mengingat jika kondisi aman dinilai tidak diperlukan pembentukan Pansus. Tapi jika keadaan semakin tidak terkendali, tidak menutup kemungkinan akan dibentuk nantinya. 

"Kita tunggu kondisi berikutnya. Jika diperlukan nantinya, kita bentuk," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00