Dorong Masyarakat Agar Melek Literasi

KBRN, Bengkulu : Hari ini, 8 Juli 2020, dunia memperingati Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day.

Mengenai pentingnya peringatan ini, UNESCO mengingatkan warga dunia untuk senantiasa meningkatkan kegiatan belajar.

Senator muda Indonesia asal Provinsi Bengkulu, Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, kegiatan literasi penting untuk terus dikembangkan di berbagai daerah.

Untuk itu Riri mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan komunitas yang telah mendirikan rumah baca, serambi baca, ruang baca, kebun baca, pondok baca, warung baca dan sebagainya di tengah-tengah pemukiman rakyat.

“Selamat Hari Literasi Internasional. Saya minta kepada pemerintah daerah untuk senantiasa memperbanyak penyediaan bahan bacaan, tempat belajar, tempat bermain, dan tempat mengembangkan bakat bagi generasi millenial Bengkulu. Mengingat ekonomi kreatif di Bengkulu akan susah berkembang kalau pengetahuan masyarakat akan pengetahuan minim. Maka diperlukan gerakan literasi. Ambil contoh pisang. Dari satu jenis buah ini ada ratusan kreasi makanan yang bisa diolah. Ini kalau literasinya kuat. Pemda akan untung besar kalau masyarakatnya melek literasi," ungkap Riri Damayanti, Rabu (8/7/2020).

Selain itu Pendiri Komunitas Seribu Buku ini memaparkan, banyak sumber-sumber ekonomi baru yang dapat dikembangkan ketika pemerintah daerah menjumpai masyarakatnya telah melek literasi.

Bahkan Bengkulu dengan kaya akan kuliner yang tak ada duanya di dunia, bisa menjadi basis kuliner yang mendunia kalau didukung oleh kegiatan literasi yang bagus. Apalagi kalau diiringi dengan kemajuan teknologi informasi dan transportasi.

“Saya berharap pihak-pihak yang pernah diajak bekerjasama dalam membangun gerakan literasi, dapat kembali meneruskan usaha pembangunan generasi cinta membaca. Jangkau desa-desa terpecil dan lorong-lorong sempit kota. Bengkulu ini surganya kalau mau mencari tempat aktivitas literasi yang tenang. Tapi di bawah organisasi hasilnya akan lebih maksimal," demikian Riri Damayanti.

Sebagaimana dilansir UNESCO, tahun 2020 silam, sebanyak 775 juta penduduk dewasa masih buta huruf, dua per tiga di antaranya adalah perempuan.

Di samping itu, ada 60,7 juta anak-anak masih tidak bersekolah dan sisanya dikeluarkan atau putus di tengah jalan.

Hal ini mendorong lembaga di bawah naungan PBB tersebut untuk menggencarkan kampanye International Literacy Day ke seluruh dunia.

Kemudian, Indonesia sendiri menempati ranking 60 dari 61 negara dalam hal literasi dan membaca. Hanya saja, hasil survei World Culture Index Score 2018, kegemaran membaca masyarakat Indonesia meningkat signifikan dengan menempati urutan ke-17 dari 30 negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00