Memupuk Rasa Nasionalisme Pada Generasi Sekarang Perlu Ditingkatkan

Foto: Dialog Bengkulu Menyapa dengan tema "Memupuk Nasionalisme Anak dari Sekolah", Selasa (16/8/2022) di RRI Bengkulu Programa 1

KBRN, Bengkulu: Memupuk rasa nasionalisme pada anak di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi saat ini menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh elemen bangsa mulai dari keluarga, pendidikan, lingkungan masyarakat juga pemerintah.

Pudarnya nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air pada generasi saat ini mulai dirasakan, padahal bila menilik sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 tepat 77 tahun silam. Dan usia tersebut belum terlalu lama bagi suatu bangsa untuk tetap mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur, berjuang merebut kemerdekaan.

Mirisnya, saat ini para generasi muda bahkan di usia pendidikan dasar yakni SD dan SMP tidak terlalu antusias untuk mengetahui sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk cerita kepahlawanan pejuang kemerdekaan.

“Anak-anak saat ini lebih hapal dan tertarik dengan kepahlawanan dalam permainan game online atau tokoh kartun yang ada di televise dari pada tentang pahlawan dan sejarah kemerdekaan Indonesia,” ungkap Kepala SDIT Iqro 1 Kota Bengkulu, Merianah MPd dalam Dialog Interaktif Bengkulu Menyapa tadi pagi, (Senin, 16/8/2022).

Lunturnya nilai-nilai nasionalisme ini juga disampaikan salah seorang pendengar RRI, yang menyoroti perkembangan kekinian para generasi muda di kota besar ketika ditanyakan terkait sejarah Kemerdekaan RI.

“Jadi waktu itu sedang menonton di televisi tentang Citayem Fashion Week, ada yang ditanya tahun berapa Indonesia merdeka dijawab 2001,” ungkap Riska dalam kanal youtube RRI Net Bengkulu.

Penyebutan tahun Kemerdekaan RI yang seharusnya di tahun 1945, justru dijawab tahun 2001 dinilai menjadi salah satu indikator kurangnya penghargaan terhadap sejarah pendirian bangsa Indonesia. Belum lagi fakta lainnya, seperti lupa lagu kebangsaan Indonesia Raya, lupa isi dalam sila-sila yang ada dalam Pancasila, tidak bisa menyebutkan nama-nama pahlawan atau Presiden Pertama RI yang memproklamirkan Kemerdekaan RI menjadi kekhawatirkan generasi pewaris bangsa Indonesia ini benar-benar kehilangan rasa nasionalisme nantinya.

Menanggapi hal tersebut Kepala SD Negeri 07 Kota Bengkulu, Priyanti Yuliana MPd mengungkapkan pihaknya berupaya kembali meningkatakan rasa nasionalisme pada anak didik melalui kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler di sekolah.

“Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang mampu menumbuhkembangkan rasa nasionalisme anak didik, disamping juga tetap menanamkan nilai-nilai kebangsaan sesuai Pancasila serta kemandirian,” ujarnya. (Lns)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar