Muhammadiyah Harapkan Tak Ada Lagi Pembedaan Perlakuan Antara Lembaga Pendidikan Negeri dan Swasta

KBRN, Bengkulu: Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan memajukan pendidikan dan mencerdaskan generasi bangsa adalah tanggung jawab semua pihak, baik itu pihak negeri dan swasta.Saat berada di Bengkulu dalam agenda pelantikan Dr. Susiyanto sebagai rektor UMB periode 2022-2026.

Ia mengatakan hingga saat ini masih ada pembedaan antara pendidikan negeri dan swasta, padahal semestinya hal itu tidak lagi terjadi. Bahkan dalam tataran kebijakan ia meminta agar kebijakan yang dibuat pemerintah juga dapat memperhatikan institusi pendidikan swasta yang selama ini telah lama turut andil dalam kemajuan pendidikan negara.

Ia menyebut Muhammadiyah kini memiliki 171 lembaga pendidikan tinggi, dan ribuan lembaga pendidikan usia dini. Bahkan dibeberapa wilayah yang belum tersentuh pendidikan oleh negara, Prof Haedar menyebut Muhammadiyah telah lebih dulu hadir sepertihalnya di pedalaman Papua, Maluku dan NTT.  

"sangat disayangkan jika dikotomi seperti itu masih ada, padahal swasta dan negeri harus bersatu dalam kemajuan pendidikan " ujarnya.

Dalam kesempatan orasi ilmiah di Bengkulu itu prof Haedar Nasir juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku pendidikan baik negeri dan swasta agar tidak berorientasi pada profit atau keuntungan, karena hal itu akan merusak duina pendidikan.

Jika hingga saat ini masih banyak hal yang dianggap gagal dan tidak terselesaikan karena kualitas pendidikan, maka seluruh insan pendidikan menurutnya perlu bercermin tentang upaya pendidikan yang telah dibangun selama ini. Sehingga cap pendidikan di negara ini telah gagal tidak lagi diucapkan atau tidak lagi  terdengar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar