Dikbud Provinsi Bengkulu Akan Evaluasi PPDB Online

Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat

KBRN, Bengkulu : Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 tingkat SMA di Provinsi Bengkulu yang digelar penuh secara online menyisakan beberapa permasalahan.

Terkhusus pada jalur zonasi. PPDB Online turut diwarnai proses salah input data sekolah dari orangtua calon siswa peserta didik yang membuatnya malah jadi susah mendaftar sekolah. Permasalahan muncul saat orangtua tak dibekali pengetahuan maupun sosialisasi dari pihak pelaksana sehingga pelaksanaan termasuk baru dan mandiri.

Banyak orang tua wali murid, mempertanyakan penetapan radius zonasi sekolah yang terdapat dalam laman PPDB online yang disingkronkan dengan koordinat tempat tinggal yang justru tercatat melenceng jauh dengan jarak sekolah.

Dari jumlah tercatat, terdapat belasan orangtua siswa yang kemudian melakukan pencabutan pendaftaran ke panitia pelaksana PPDB Online di Dikbud Provinsi Bengkulu lantaran salah memasukan sekolah tujuan. 

Sementara itu diakui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat pelaksanaan PPDB Online yang telah berjalan selama tiga tahun ini tanpa kendala yang mencolok.

"Proses PPDB sudah berakhir. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Masing-masing panitia di sekolah juga belum ada laporan permasalahan yang dihadapi," jelas Eri, Rabu (6/7/2022). 

Ia berharap, sistem zonasi dapat berjalan dengan baik dan semua murid tertampung walaupun di tempat sekolah yang berbeda. 

"Kami pantau dan lihat dulu pelaksanaan PPDB ini, nanti jika berakhir akan diketahui sekolah mana saja yang kuotanya kurang atau lebih sehingga dilakukan evaluasi, " lanjutnya.

Selain itu, proses PPDB dinilai berjalan tertib dan minim permasalahan. Terlebih dengan pelaksanaan ini PPDB menjadi semakin transparan dan efektif karena orangtua siswa tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftar.

Walaupun demikian evaluasi akan dilakukan sehingga proses PPDB semakin baik lagi kedepannya. 

"Karena PPDB saat ini menggunakan akses digital, jadi akan terinci dan tidak bisa asal menitip murid di sekolah. Nanti tetap akan kami evaluasi di mana yang kurang terkait pelaksanaannya, " singkat Eri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar